Tasmi Perdana PMAN

Tasmi Perdana PMAN

Tasmi’ kepada orang lain merupakan salah satu sebab yang menumbuhkan ketekunan untuk senantiasa menghafal. Apalagi jika orang yang mendengarkan hafalan adalah seorang yang hafal dan mencintai Al-Quran, maka ia akan senantiasa memberi semangat apabila sedang merasa malas dan menguatkan kita ketika sedang lemah dengan izin Allah.

Ahad, 14 Rajab (3/5) Pondok Mahasiswa Al-Madinah (PMAN) menggelar Tasmi’ pertama sebagai kegiatan rutin pondok di Masjid Al-Hidayah Purwosari. Tasmi’ yang dimulai bada shubuh tepatnya pukul 05.30 ini diawali dengan Mas’ud Ibnu Abidin, mahasiswa Taman Siswa yang sekaligus mahasantri PMAN menyetor hafalannya. Bertindak sebagai asisten Mas’ud, Said mengecek kesalahan dan alarm ketika Mas’ud melakukan kesalahan dalam hafalan.

Dimulai dari surah ke tujuh puluh delapan, An-Naba hingga surah terakhir An-Naas menjadi surah yang wajib disetorkan pada pekan ini. Hal itu bukanlah tantangan berarti bagi Mas’ud. Walau diberi barokah sakit oleh Allah SWT. dengan kondisi yang kurang fit, Mas’ud hanya dapat menyetorkan beberapa surah saja.

Melalui majelis tasmi’ ini, Mahasantri PMAN diharapkan mendapatkan faidah memahami dan belajar seputar ilmu-ilmu Al-Quran seperti hukum-hukum tajwid, makna kata-kata Al-Quran, atau belajar adab dan akhlak dari ustaz dan pengajar. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang mengambil adab tata krama dari Al-Quran, ia akan seperti orang yang diajari adab tata krama oleh al-Quran yang mulia.

Hal itulah yang disampaikan Ustaz Beni sebagai salah satu penguji pada Mahasantri, agar nilai yang terkandung dari AlQuran itu sendiri tersampaikan pada oang yang mendengar. Makhorijul Huruf menjadi Pekerjaan Rumah bagi Mas’ud, karena hal itu akan mengubah arti dari kandungan AlQuran.

~SP

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *