Tahu Diri Terhadap Yang Memberi

Tahu Diri Terhadap Yang Memberi

“Aduuhh… enak banget bakso ini!”

Ehm memang enak sih bakso. Sudah rasanya gurih, bakminya kuning menggemaskan. Belum lagi kuahnya, segerrr… banget.

Tapi…

Bagaimana kalau seandainya Allah mencabut kenikmatan menelan makanan? Misalnya kena penyakit Laringitis? Dijamin, menelan makanan tidak nyaman sama sekali. Saat itu, baru sadar bahwa kita sangat butuh sama nikmat Allah yang bernama kesehatan.

Itu Baru Sedikittt… bangett!!!

Nikmatnya makan bakso itu baru sedikit dibanding jumlah total nikmat yang Allah karuniakan pada makhluk-Nya. Mata, telinga, tangan, kaki, hati, paru-paru, ginjal… Terus makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain; udara, gunung, matahari, bumi, bintang, komet. Bayangkan… ini semua nikmat Allah! Ini semua ciptaan Allah!

“Allah yang menciptakan segala sesuatu” (terjemahan Al Qur’an surat Az Zumar ayat 62)

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah lah yang memberi rizkinya” (terjemahan Al Qur’an surat Hud ayat 6)

Ingatlah…

Semua ini hanya Allah yang menciptakan. Tiada yang membantu-Nya dalam penciptaan makhluq-Nya.

“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkan olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah” (terjemahan Al Qur’an surat Luqman ayat 11)

Dan Ingatlah…

Semua nikmat dan rezeki ini datangnya hanya dari Allah. Bila Allah berkehendak memberikan rizki, nggak bakalan ada yang sanggup melarang-Nya. Dan apabila Dia bermaksud menahan rizki-Nya, tidak ada yang sanggup memaksa-Nya.

“Atau siapakah dia ini yang memberi kamu rizki jika Allah menahan rizki-Nya?” (terjemahan Al Qur’an surat Al Mulk ayat 21)

Tahu Diri

Karena hanya Allah yang menciptakan segala sesuatu –termasuk kita- maka hanya kepada-Nya kita menyembah. Karena hanya Dia Yang Maha Memberi rizki, maka hanya kepada-Nya kita meminta.

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelummu, agar kamu bertaqwa. Dia lah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rizki untukmu, karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui” (terjemahan Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 21-22)

Lihatlah…

hanya Dia yang menciptakan kita, hanya Dia yang menciptakan langit dan bumi, hanya Dia yang menurunkan hujan dan mengeluarkan buah-buahan, maka jangan menyembah selain-Nya. Intinya, jadilah orang yang tahu diri. Hanya berasal dari-Nya mengalir segala kenikmatan, maka hanya kepada-Nya kita bersyukur. Hanya kepada-Nya kita menyembah.

Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah –yang artinya-: “Dosa apakah yang paling besar?” Beliau menjawab –yang artinya-: “Yaitu engkau menjadikan tandingan (sekutu) bagi Allah sedangkan Dia lah yang menciptakanmu.” (terjemahan hadits riwayat Bukhary-Muslim)

Aneh tapi Nyata

Orang-orang yang menyekutukan Allah juga mengaku bahwa hanya Allah Yang Menciptakan mereka, menciptakan langit dan bumi, hanya Allah Yang Memberi rejeki, hanya Allah yang berkuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, hanya Allah Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup, hanya Allah yang mengatur segala urusan. Allah berfirman –yang artinya-:

“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka , “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka akan menjawab, “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (terjemahan Al Qur’an surat Az Zukhruf ayat 9)

Tetapi anehnya, mereka masih menyembah selain Allah, yakni Latta, Uzza, Manat dan lain sebagainya. Alasannya, mereka hanya ikut-ikutan alias taklid terhadap nenek moyangnya. Allah menceritakan perihal mereka dengan firman-Nya –yang artinya-: “ Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘ Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah’, mereka menjawab, ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.‘ (Apakah mereka akan mengikuti juga) , walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun dan tidak mendapat petunjuk ?” (terjemahan Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 170)

Inilah titik pangkal permusuhan para rasul dengan kaum musyrikin. Di satu pihak, utusan-utusan Allah dan para pengikutnya gigih memperjuangkan ajaran bahwa hanya Allah yang pantas disembah. Dipihak yang lain, kaum musyrikin dibantu oleh para syetan begitu ngotot dan tidak tahu diri dengan menyembah selain Allah.

“Dan Kami tidaklah mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya, “Bahwasanya tiada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (terjemahan Al Qur’an surat Al Anbiya’ ayat 25)

Menyembah selain Allah..??

Segala sesuatu yang disembah selain Allah itu tidak benar. Mengapa?? Soalnya, semua sembahan selain Allah itu nggak punya kekuasaan apa-apa. Semua sembahan-sembahan selain Allah itu nggak bisa mencipta, nggak bisa mengatur rizki, nggak bisa memberikan manfaat, nggak bisa menolak bahaya. Maka, mengapa harus disembah?

“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya…” (terjemahan Al Qur’an surat Al Hajj ayat 73)

“Dan berhala-berhala yang mereka seru selain Allah, tidak dapat membuat sesuatu apapun, sedang berhala-berhala itu (sendiri) dibuat orang” (terjemahan Al Qur’an surat An Nahl ayat 20)

Berdoa kepada Wali yang sudah Mati

Bisa dibilang pergi mengunjungi kuburan wali songo cukup marak. Tujuannya macam-macam. Ada yang minta lulus ujian, ada yang minta lancar rezeki dan ada juga yang ngebet dapat jodoh. Alasannya: “Wali-wali itu khan dekat dengan Allah. Jadi doa kita jadi makin dekat.”

Allah menceritakan keadaan mereka –yang artinya-:

“Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” (terjemahan Al Qur’an surat Az Zumar ayat 3)

Mereka lupa, atau mungkin nggak tahu, kalau pendekatan diri kepada Allah tidaklah sama dengan model pendekatan diri kepada manusia, kepada presiden misalnya. Allah Maha Kuasa, Allah Maha Melihat dan Maha Mendengar hamba-hamba-Nya. Tidak perlu pakai perantara!

Menyembah Berhala..?

Allah membantah argumen para penyembah berhala dengan firman-Nya –yang artinya-:

“Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Latta dan Al Uzza dan Manat yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?” (terjemahan Al Qur’an surat An Najm ayat 19-20)

Imam Al Qurthuby berkata –yang artinya-: “Sudahkah engkau perhatikan baik-baik tuhan-tuhan ini. Apakah mereka bisa mendatangkan manfaat atau mudlorot, sehingga mereka itu dijadikan sebagai sekutu-sekutu Allah?”

Menyembah matahari, bulan dan bintang…?

Mengomentari mereka yang begitu keblinger sampai menyembah matahari, bulan dan bintang, Allah berfirman –yang artinya-:

“Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang Menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (terjemahan Al Qur’an surat Fushshilat ayat 37)

Bintang bisa tertutup terangnya siang, matahari dan bulan bisa tenggelam. Benda-benda itu tidak bisa mengatur manfaat dan mengendalikan bencana. Hanya Dzat Pencipta matahari, bulan dan bintang yang pantas untuk disembah.

Allah punya Anak..??

Keyakinan bahwa tuhan punya anak sangat mirip dengan keyakinan yang dipegang oleh kaum musyrikin. Keyakinan ini tumbuh subur misalnya dalam mitologi Yunani. Diceritakan bahwa Zeus, dewa tertinggi bangsa Yunani kawin dengan manusia biasa. Hasil hubungannya adalah manusia super hebat nan perkasa yang dikenal sebagai hero. Termasuk kategori hero adalah Perseus dan Herkules sebagai contohnya. Mungkinkah keyakinan bahwa tuhan punya anak -yang tetap bertahan sampai dekade ini- diadopsi dari pemikiran kaum musyrikin? Wallaahu a’lam. Yang jelas, Allah berfirman –yang artinya-:

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak…” (terjemahan Al Qur’an surat Al Mu’minun ayat 91)

“Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyi isteri…” (terjemahan Al Qur’an surat Al An‘am ayat 101)

Nah, sudah nggak ada alasan lagi bagi mereka yang masih menyembah selain Allah. Atau… masih ngotot menjadi orang yang tidak tahu diri? Jangan, ya?!

(alif)

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *