Siapkan Diri Menghadapi Perang Pemikiran Dikanca Perguruan Tinggi.

Siapkan Diri Menghadapi Perang Pemikiran Dikanca Perguruan Tinggi.

Bismillahir-rohmanir-rohim
Alhamdulillahirobbil-alamin, washolatuwassalamu ala Rasulullah waala alihi waashabihi ajmain.
Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah Ta’ala karena pada kesempatan yang berbahagia ini kami sebagai penulis masih diberi umur serta kesempatan untuk bisa menulis artikel ini serta para pembaca yang Allah Ta’ala masih memberi waktu serta kekuatan untuk bisa membaca artikel ini. Salawat serta salam senantiasa kita limpahkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas mengenai perang pemikiran di lingkungan perguruan tinggi. Perguruan tinggi merupakan sebuah wadah dalam mengkader generasi penerus bangsa. Perguran tinggi dituntut harusnya bisa membina serta mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa sebelum terjun langsung ke masyarakat. Output dari perguruan tinggi diharapkan bisa menjadi Agen of Change bukan hanya sekedar masuk dan bergabung dalam masyarakat. Namun sungguh sangat miris jika saat ini banyak yang kita dapati orang-orang yang memiliki banyak gelar tapi malah kesandung dengan berbagai kasus dalam masyarakat. Inilah salah satu indeks berkurangnya peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter kader bangsa.

Namun dalam tulisan ini, kami tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.Yang pokok dalam tulisan ini yakni bagaimana persiapan kita dalam melawan berbagai perang-perang pemikiran yang banyak terjadi di lingkungan perguruan tinggi sekarang ini. Ana punya cerita dari beberapa ikhwan di antaranya: saat beliau sedang dalam proses belajar dosennya mengeluarkan sebuah pernyataan yang membuat beliau sampai ragu. Pernyataan tersebut berisi “tidak ada sesuatu yang mutlak benar”,”kenyataan itu tergantung pada prespektif anda”dan “marilah kita menaati aturan Tuhan masing-masing sesuai keyakinan masing-masing”. Kalau kita coba dalami pernyataan dosen tersebut kita akan dapati kesalahan serta bahaya yang dapat diakibatkan dengan pernyataan dosen tersebut. Terus ini cerita dari ana sendiri, secara berturut-turut dua hari ana mendengar perkataan dua orang dosen yang bisa membuat seseorang tersesat. Pernyataan pertama kurang lebih seperti ini “Syiah dan Sunni itu sama saja. Syahadatnya sama yang berbeda hanya penentuan imannya” sungguh sangat miris yah, orang yang tidak mengilmui sesuatu melontarkan kata-kata yang sejatinya tidak mereka ketahui hakikatnya. Pernyataan yang sangat bahaya bagi ummat islam yang belum terlalu mengenal ajaran tersebut dan anehnya lagi hal tersebut terjadi di Instansi pendidikan. Hari kedua ana dapat pernyataan dosen yang +/- mengatakan bahwa “pada hakikatnya semua agama itu sama”. Sebuah penyataan singkat namun bahaya dari pernyataan tersebut sangatlah besar. Padahal syariat agama kita tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Bahkan mengingkari semua agama selain agama Islam.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ [٣:١٩]

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah islam. Tiada selisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”(Q.S Ali Imraan:19)

Ini mungkin sekelumit cerita yang pernah terjadi dan mungkin masih banyak lagi pernyataan-pernyataan seseorang yang sangat berbahaya bagi ummat ini. Sungguh sangat celaka orang yang mengatakan sesuatu yang ia tidak ketahui ilmunya. Coba antum pikir, orang hukum yang belum jelas keilmuannya tentang agama mengatakan sesuatu berkaitan dengan agama, apakah anda akan percaya begitu saja padahal bidang keilmuannya itu sangat berbeda? Berbeda halnya jika antum tanya persoalan agama kepada ustadz-ustadz yang terpercaya yan mereka betul-betul mendalami ilmu agama ini.

Intinya sekarang senjata kita hanya ada dua. Berdoa kepada Allah memohon perlindungannya dan dengan belajar ilmu agama ini dengan benar. Dan yakinlah bahwa semua itu adalah ujian dan tantangan bagi kita semua. Bagaimana membentengi diri kita dan berusaha untuk melindungi saudara-saudara kita dari orang-orang prular, liberal, sekuler dll yang notabanknya hanya ingin menyesatkan kita.

Allah ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(Q.S Al-Baqaroh:208)

Syaitan dalam ayat ini bukan hanya syaitan sebagaimana yang kita kenal namun syaitan itu bisa dari golongan jin dan manusia. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala dalam surah An-Nas ayat 4-6:

“dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Membisikkan (kejahatan) kedalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia”
Maka sekali lagi senjata kita hanyalah ilmu agama. Sebab ingatlah syaitan tidaklah akan pernah berhenti untuk mendorong manusia agar tersesat sampai hari kiamat kelak.

Mungkin itu yang dapat kami paparkan. Semoga bermanfaat dan dapat dibagikan kepada saudara kita yang lain.

. Washallallahu ala Muhammad. Walhamdulillahi robbil alamin

Wallahu a’lam.

sumber gambar : http://islamisasi.com/awas-bahaya-perang-pemikiran-ghazwul-fikri/

created by :

Muhammad Arfan

Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan UNY 2013

email : arfanraditya@gmail.com

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *