Sepenggal Kisah diawal Kiprah

Testimoni dari salah satu perintis dan pendiri Pondok Pesantren Mahasiswa Al Madinah

Assalamu’alaikum warohmatullahi wa barokaatuh.

Alhamdulillah, semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah untuk junjungan kita Nabi Allah Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan pengikutnya hingga akhir jaman.

Berawal pada tahun 2001 Saya (Aziz Rahmata) dan Akhmad Wahyudi dikenalkan dengan Ust. Ridwan Hamidi, Lc., M.PI. oleh Akh. Fauzan. Bermula dari perkenalan itulah saya beserta Akhmad Wahyudi selalu berkunjung ke pondok al madinah di sekitar kampung Suryowijayan, Pagi, siang, malam kami kesana sekedar beramah-tamah, silaturahmi, guyon dan belajar bahkan kadang konsultasi permasalahan terkini. Dari situlah muncul ketertarikan terhadap beliau dan kebetulan waktu itu saya menjabat sebagai pengurus Masjid Pogung Raya (MPR) untuk menjadwal Ust. Ridwan mengisi kajian rutin.

Dengan seijin Allah, pengajian dapat berlangsung tiap minggu sekali yaitu pada hari Selasa Bakda Magrib s/d Isyak dengan tema Sirah Nabawiyah mengambil kitab rujukan Sirah Nabawiyah karangan Syeikh Shafiyyurrahman Mubarokfuri. Peserta pengajian lumayan banyak dan terus bertambah seiring dengan tersebarnya berita tentang majlis tersebut dikalangan mahasiswa.

Dari minggu ke minggu, bulan ke bulan lalu tahun ke tahun, ada usulan dari rekan-rekan untuk dibuat pembinaan terhadap mahasiswa yang lebih serius, mengingat ilmu agama yg didapatkan dari majlis-majlis pengajian seperti itu sangatlah kurang dan metode ajar serta materi tidak terstruktur dengan baik seperti halnya madrasah/ tempat menimba ilmu formal. Waktu itu Kajian yang sudah ada di MPR ada beberapa, yaitu hari selasa Ust. Ridwan tentangSirah Nabawiyah, hari rabu Ust. Afifi Abd Wadud tentang Tauhid, hari kamis Ust.Yunahar Ilyas tentang Tafsir. Maka masukan inilah yg menjadi motivasi bagi kami dan teman-teman takmir untuk bisa segera mewujudkan pola pembinaan intensif mahasiswa tersebut.

Selama periode 2001-2002, kos-kosan kami sudah sering diadakan pengajian rutin ba’da magrib yang beranggotakan teman-teman kos dan sebagai pemateri adalah Akhmad Wahyudi dengan kitab rujukan Al Firqotun Najiyah. Tentu kualitas pematerinya tidaklah sama dengan jika seorang Ustadz yang lulusan belajar di timur tengah yang fasih berbahasaArab dan belajar terstruktur, namun semangat yang kami punya waktu itu sangat luaaaarrrrr biasa. Berita tentang hal ini juga sempet didengar oleh Ust.Ridwan dan pada akhir-akhir periode beliau sempat mengisi sekitar 4 kali.

Dengan perkembangan yg ada waktu itu, dan benih-benih cinta ilmu yang kian bersemi mulai semakin kelihatan, maka sekitar pertengahan (kalau tidak salah) bulan Agustus 2003 kami mendirikan Pondok Pesantren Mahasiswa Al Madinah dengan Ust. Ridwan Hamidi, Lc. M.PI. sebagai pengajar utama dibantu oleh santri Tadribud Du’at Al Madinah, sepertiUst Irfan, Ust. Yamin, Ust. Rudi, dkk.

Pendirian Pondok Mahasiswa Al Madinah diawali dengan penawaran adanya kontrakan oleh seorang teman dari daerah Bima, Akh. Sholeh namanya. Ia menawarkan kepada kami tentang kontrakan tersebut. Tentunya kami tidak serta merta mendirikan Pondok Mahasiswa kalau kami tidak yakin dengan adanya SDM yg mau mengurusi, calon santri mahasiswa yang bakal terlibat dan dana yang tentunya tidak sedikit. Namun berbekal dukungan dari segenap pihak,yakni temen-temen takmir MPR, teman-teman mahasiswa, para santri Tadribud Du’at yang ada, dan tentunya dari Ust.Ridwan sendiri yang siap membina secara intensif membuat kami dan teman-teman bersemangat untuk segera mewujudkan citacita itu.

Adapun santri mahasiswa pertama di tahun 2003yang terlibat dibedakan menjadi dua yaitu yang menempati pondokan dan yang tidak menempati pondokan. Yang menempati pondokan waktu itu adalah Azis Rahmata (Jember), Dwi Haryanto (Bengkulu), Suriansyah (Bima), Sholeh (Bima), Yarfiq (Jakarta), Rizal Alifi (Semarang), Yunico Handiyan (Palembang), Icuk (Kalimantan). Sedangkan santri yang tidak menempati pondokan adalah Yusuf (Bondowoso), Suparlin (Pati) dan Meilana.

Seiring dengan berjalannya waktu, banyak dari ikhwah yg berminat utk ikut mondok, salutnya lagi bahkan diantara mereka sudah siap rumah dan teman-teman penghuni lainnya, maka dalam waktu yang tidak terlalu lama dan dengan persetujuan dari Ust.Ridwan dibuatlah lagi lokasi Pondok Mahasiswa Al Madinah yang kedua bertempat persis disebelah pondokan pertama. Walaupun ditengah perjalanan kami sempat diterpa isu-isu yg mungkin bagi sebagian org kurang mengenakkan, tapi semuanya bisa dilalui dengan pertolongan Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan Alhamdulillah Pondok Mahasiswa Al Madinah jalan terus sampai Maret 2005 (terakhir kami tinggal di Yogyakarta).

Pesan saya bagi santriwan/ti Pondok Pesantren Mahasiswa Al Madinah, “Menuntut ilmu semakin mudah tatkala kita masih muda, tidak banyak disibukkan dengan urusan dunia, terutama ekonomi dan keluarga. Demikian juga dengan berda’wah akan semakin mudah tatkala lingkungan disekitar kita mendukung dan banyak sumberdaya manusia yg tersedia. Walau sesungguhnya tidak ada satu alasanpun yang menghalangi kita untuk belajar dan berdakwah di jalan Nya

Perbanyak menuntut ilmu terutama ilmu agama, mumpung masih muda dan energik. Jadikan kesempatanyang ada sekarang sebagai momen berharga yang tidak akan pernah berulang lagi. Kelak tatkala antum menjadi manusia seutuhnya dan hidup ditengah masyarakat akan merasakan penyesalan karena kekurangan yang antum miliki sekarang, padahal dahulu ada waktu dan kesempatan.

Kurang lebihnya mohon maaf. Jika ada kebaikan dari sepenggal kisah ini, semata mata itu berasal dari Allah Subhanahu wa Ta’ala semata, dan jika ada salah dan kekurangan adalah murni dari saya.

Wassalamu’alaikum warohmatullah wa barokaatuh

Azis Rahmata (1 Februari 2013)

.