SEMUA ADA DI ISLAM

SEMUA ADA DI ISLAM

islam di matakuAda orang yang mengartikan ISLAM sebagai Isya’, Subuh, Lohor, Ashar, dan Maghrib. Tentu saja akronim seperti ini tidak ada dasarnya dari Al-Qur’an ataupun hadits Nabi. Selain itu, jika Islam diartikan hanya sebatas sholat lima waktu saja maka akan terkesan sempit sekali agama yang mulia ini.

Kesan sempit ini ditimbulkan pula oleh sebagian kaum muslim yang hanya membatasi Islam di masjid-masjid. Ada yang pekerjaannya cuma berada di masjid, berzikir dan sholat melulu tanpa memikirkan keluarganya dan kaum muslim lainnya. Tipe lainnya adalah orang yang hanya bersikap Islami ketika di masjid saja. Mereka memakai kopiah, berkerudung bicara santun, kelihatan takwa ketika di dalam masjid, namun jika sudah kembali ke luar masjid, nampak aslinya. Pakaian ala barat, bicara seenaknya, makan tidak pernah mikir haram atau halal, cari uang tidak peduli tuntunan syari’at, dan akhlak buruk lainnya.

Sebegitukah sempit Islam sehingga hanya dibatasi empat dinding bangunan bernama masjid ?

Sistem Hidup dari Langit
Islam yang berarti ketundukan dan penyerahan diri secara total kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan suatu din. Din pada konteks ini berarti aturan atau hukum atau cara mengatasi suatu hal. Melihat pengertiannya, tidak mungkin Islam hanya berisi ritual-ritual ibadah semata di lingkungan masjid. Sebagai din, Islam merupakan suatu sistem hidup yang menyeluruh meliputi setiap sisi kehidupan manusia. Jadi, Islam tidak sesempit apa yang dibatasi oleh dinding masjid. Lalu apa saja yang ada di dalam Islam ?

Cakupan Islam
Jika kita mau membuka-buka lembaran Al-Qur’an dan buku-buku hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kita akan tahu sendiri bahwa Islam mengajarkan kebaikan pada segala hal dalam kehidupan manusia.

Mulai dari bangun tidur, kita dituntunkan untuk memuji Allah Subhaanahu wa ta’ala dengan doa bangun tidur. Mau masuk kamar mandi, keluar kamar mandi, sebelum makan, setelah makan semuanya dibarengi dengan doa kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala. Ketika beraktifitas pun kita merasakan keindahan ajaran Islam. Di sekolah, sebelum belajar ada doa akan belajar. Sepanjang kegiatan sekolah kita dituntunkan untuk menghormati guru, bergaul baik dengan teman, berlaku jujur, dan sebagainya. Kegiatan satu hari pun ditutup pula dengan istirahat yang dibarengi dengan doa.

Itu dalam kegiatan individu sehari-hari. Nggak beda pula dalam kegiatan keluarga. Islam sangat memperhatikan keharmonisan rumah tangga muslim. Hak dan kewajiban suami istri diatur dengan sedemikian rincinya. Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak disebut dalam Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Bakti anak terhadap ibu bapak pun menjadi kebajikan nomor dua setelah pengesaan terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.

Dari lingkup keluarga, Islam membawa kebaikan kepada masyarakat. Islam sangat menuntunkan sikap berlaku baik kepada tetangga, baik tetangga itu muslim atau pun kafir. Secara umum pun, Allah memerintahkan saling tolong menolong, “ ..dan saling menolonglah dalam kebajikan dan takwa, dan janganlah saling menolong dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah : 2).

Hingga, masalah-masalah kenegaraan pun mendapat perhatian dalam Islam. Misalnya, dalam masalah ekonomi, diatur hukum jual beli dan utang piutang. Dalam masalah politik, Islam mengatur tentang kekhalifahan, ketaatan kepada pemerintah muslim. larangan memberontak kepada penguasa yang sah, dan lain-lain.

Islam pun tidak hanya melulu aturan-aturan dan hukum yang kaku. Islam juga memberi bekal psikologis seorang manusia agar bertahan dalam kerasnya kehidupan. Salah satunya adalah sikap sabar dan syukur yang senantiasa harus menghiasi hidup seorang muslim. Sabar terhadap musibah yang menimpa dan syukur atas nikmat yang dianugerahkan Allah Subhaanahu wa ta’ala. Selain itu, Islam juga memberi bekal optimisme dalam berusaha dan tawakal –menyerahkan kepada Allah- dalam hasil final. Jika seorang muslim mengusahakan akhlak hati yang seperti ini, niscaya hidupnya akan bahagia.

Sehingga, jawaban dari pertanyaan di atas tadi adalah : semua hal ada di dalam agama Islam ! Dari masalah negara sampai buang hajat di WC.

Seorang musyrik pernah bertanya kepada Salman Al Farisy Radhiyallahu’anhu, “Apakah Nabi kalian mengajarkan sampai hal tata cara buang hajat?” Salman menjawab, “ Ya, beliau telah melarang kami menghadap kiblat ketika buang hajat, dan membersihkan hajat dengan jumlah batu kurang dari tiga, dengan tangan kanan, dengan kotoran kering atau dengan tulang.”

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh sahabat Abu Dzarr Radhiyallahu’anhu, “ Tidak ada yang terabaikan oleh Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sampai burung yang mengepakkan sayapnya di langit, beliau telah mengajarkan kepada kami ilmunya.”

Mudah dan Sempurna
Selain keluasan cakupannya, Islam juga merupakan agama yang mudah, tidak memberatkan untuk dilaksanakan.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya,
“ Aku dibangkitkan dengan agama yang lurus dan mudah,” (H.R. Imam Ahmad).

Selain itu beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, yang artinya,
“ Sesungguhnya agama ini mudah,” (H.R. al-Bukhary).

Pernyataan tentang kemudahan agama ini sudah ditetapkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang tak akan berkata-kata dari hawa nafsunya sendiri. Ini berarti kita nggak boleh ragu-ragu tentang kemudahan agama ini.

Contohnya saja, dalam masalah sholat. Memang pada prinsipnya sholat kan harus dilaksanakan dengan posisi berdiri. Tapi, jika ada orang yang sakit yang tidak mampu berdiri, Islam telah memberi kemudahan dengan membolehkannya sholat dengan duduk. Malah kalo masih nggak bisa lagi, boleh dengan berbaring. Nah, jika masih ada orang yang merasa sulit dalam menjalankan agama Islam, orang itulah yang perlu introspeksi diri, bukan agamanya yang diprotes dan dikritik.

Nggak tanggung-tanggung pula, selain keluasan cakupannya dan kemudahan pelaksanaannya, Allah juga telah menetapkan kesempurnaan agama ini.
“ Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagimu agamamu dan telah Aku cukupkan atas kalian nikmatKu, dan telah Aku ridhoi bagimu Islam sebagai agama” (Al-Maidah : 3).

Ini berarti Islam sudah pas bagi kita. Nggak perlu ditambah apalagi dikurangi.

Luas cakupannya, mudah pelaksanaannya, dan udah sempurna. Mana ada sistem hidup lainnya yang semisal Islam ?

“ Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kepada Islam secara kaffah.” (al-Baqarah 208).

Alif #2.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *