Segalanya Akan Indah Pada Masanya

Segalanya Akan Indah Pada Masanya

“Tidaklah sepeninggalku ada ujian yang lebih berat bagi seorang lelaki kecuali ujian karena wanita” (Mutafaqun alaih)

Mari Mengambil Ibroh

Akhi, belajarlah pada sejarah karena sungguh pengalaman adalah guru yang terbaik. Mari belajar dari sejarah para pendahulu kita. Ingatkah kita dengan kisah nabi Adam? Nabi adam di keluarkan dari surga karena wanita (Hawa). Bukannkah bila kita membaca tafsir, sesungguhnya saat itu nabi adam tidak ingin memankan buah khuldi, namun karena bujukan wanita (Hawa) akhirnya saang lelaki  (Adam) itu pun mengikuti ajakan sang wanita. Demikian pula dengan kisah  Fir`aun. ia kehilangan kekuasaaanya juga karena wanita. Bukankah demi menjaga kekuasaanya Fir`aun memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki yang lahir saat itu ? Sehingga ibu nabi yusuf harus mengalirkan putranya di sungai dan berharap ada yang menyelamatkannya. Allah kemudian memilih istri Fir`aun sebagai orang yang menemukan bayi tersebut lalu dipeliharanya dengan terlebih dahulu meminta izin Fir`aun dan karena sang wanita yang minta maka fir`aun tak dapat mengelak dan mengabulkan permintaan istrinya. Akhirnya, kekuasaan dan kesombongan fir`aun dapat diruntuhkan oleh nabi Musa. Demikian pula dipenjarakannya nabi yusuf, juga atas tipu muslihat seorang wanita. Ketika istri raja begitu tergila-gila dengan ketampanan nabi yusuf hingga membuat jebakan agar mereka berada berdua di dalam kamar. Yusuf memang mampu menolak ajakan tersebut dan sedang berusaha meninggalkan kamar, namun belum sempat keluar, tiba-tiba sang raja, suami wanita yang bersama yusuf saat itu,sudah lebih dulu memergoki mereka. Yusuf pun dipenjarakan atas fitnah wanita tersebut, padahal yusuf sama sekali tidak pernah berniat buruk pada wanita itu. Baru-baru ini, Antasari As`Ad, mantan  ketua KPK, hingga hari ini masih mendekam di dalam penjara, juga karena kasus wanita. Akhi, nabi adam, fir`aun, nabi musa, antasari as`ad, malapetaka yang menimpa mereka asbabnya adalah wanita, belum mampukah itu menjadi pelajaran ?

“Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Allah menjadikan kalian sebagai khalifah padanya. Kemudian dia melihat bagaimana kalian bertindak. Maka takutlah kepada dunia dan takutlah kepada wanita. Sebab pertama ujian yang pertama kali terjadi pada bani israil adalah karena wanita.”

(HR.MUSLIM)

Ukhty, akan ku ingatkan engkau dengan kisah yang pernah dibacakan dalam program radio NURANI. Berawal dari koordinasi dalam kepanitiaan walimah, ikhwah-akhwat ini menjalin komunikasi. Berlanjut pada kirim-kiriman sms dakwah untuk saling menguatkan hati. Hingga keduanya pun saling berani; sang ikhwah memanggil dengan sebutan ukhty dan sang akhwat pun merespon dengan panggilan akhy. Akhirnya  hubungan tanpa status terus berlanjut. Sapaan Akhy-ukhty berubah dengan panggilan mesra; sayang. Karena keduanya sudah saling terikat hati, berkomitmenlah sang ikhwah untuk melamar sang pujaan hati. Namun qaddarallah maasyafa`al, apa yang Allah takdirkan itulah yang terjadi. Orang tua sang akhwat ternyata menolak pinangan ikhwah tersebut karena berpenghasilan belum tetap. Sang ikhwah pun pulang dengan kecewa, apalagi si akhwat. Tak lama berselang, akhwat tadi mendengar kabar bahwa ikhwah tersebut sudah walimah dengan akhwat lain. Ya Allah…kemana sms dakwah selama ini ? ke mana  akhy-ukhty tersebut ? kemana ‘sayang’ nya yang dahulu begitu mesra? Kini sang akhwat tersebut tinggal merenungi nasib, menyesal atas hijab yang tersingkap. Si ikhwah berakhir dengan walimah dan sang akhwat hanya berakhir dengan goresan penah kenangan pahit sebagai pelajaran kepada umahat lewat NURANI.

 

Rahmat Allah Subehanaata`ala Sangat Luas

Sebagaimana sabda Rasulullah kepada orang badui yang buang air di dalam masjid dan ia berdoa: “Ya Allah, Rahmatilah aku dan Muhammad. Janganlah Engkau merahmati selainnya”. Ia jengkel karena saat itu para sahabat menegurnya dengan kasar, adapun rasulullah menegurnya dengan halus dan penuh kelembutan. Mendegarkan doa tersebut rasulullah bersabda : “jaganlah engkau menyempitkan rahmat Allah yang luas”. Saat ia membatasi rahmat untuk dirinya dan Muhammad berarti ia telah membatasi rahmat Allah yang begitu luas kepada seluruh sahabat bahkan kepada seluruh makhluk.

Maka aku pun berkata kepadamu, saudaraku, janganlah engkau menyempitkan rahmat Allah yang luas. Jikalau engkau sudah menjalini ikatan hati saat ini dengan seseorang berarti engkau telah menyempitkan rahmat Allah yang luas. Rahmat Allah berupa wanita yang sholeha/lelaki sholeh di dunia ini begitu banyak, bukan hanya wanita/lelaki yang saat ini engkau rajin menjalin komunikasi dengannya.  Jika engkau sudah bermain mata dengannya saat ini, maka di saat engkau akan menikah nanti, maka engkau hanya punya satu pilihan, yaitu menikahi akhwat/ikhwah yang sudah sejak lama engkau menjalin komunikasi denganya. Padahal masih ada ribuan akhwat di belahan bumi yang lain, yang mungkin lebih sholeha, lebih cantik, lebih banyak hartanya, lebih baik keturunanya, lebih baik kepribadiannya, lebih penyabar, lebih pintar masak, lebih lembut perangainya, lebih taat pada suaminya, lebih banyak hafalanya, dibandingkan dengan wanita tersebut. Hubunganmu dengannya saat ini hanya membatasi kebebasan mu untuk memilih istri pada saatnya nanti.

Kepada saudari ku muslimah, komunikasi mu saat ini hanya akan menyempitkan anugrah Allah yang luas kepada mu. Karena lelaki yang engkau rutin berkomunikasi dengannya hari ini, boleh jadi bukanlah yang terbaik untukmu. Jikalau ada lelaki yang sebenarnya baik agama dan akhlaknya datang kepada  mu sebelum si dia mendatangi mu, tentu engkau akan berat menerimanya karena hati mu dan hatinya sudah saling terikat walau tanpa ikatan. Padahal mugkin lelaki yang sudah datang lebih awal tersebut, bisa jadi agama dan akhlaknya, kpribadiannya, tanggung jawabnya, pengasilannya, lebih baik dari pada ikhwah yang selama ini engkau sering sms an dengannya.

Lagi pula saudaraku, jikalau memang engkau belum berniat walimah saat ini, maka masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi ke depan. Mungkin engkau sudah berharap pada seorang akhwat yang telah engkau simpan hatinya, namun ternyata ada lelaki lain yang mendahuluimu untuk melamarnya yang bisa jadi orang tua sang akhwat telah ridho dengan agama dan akhlaknya dan orang tuanya pun menikahkankan mereka. Tentu sang akhwat tidak mampu berbuat apa-apa untuk menolak perintah kedua orang tuanya. Kepada akhwat, mungin engkau sedang menunggu kehadiran laki-laki itu dan yakin sekali ia akan menjadi pangeranmu, namun ternya di tengah perjalanan, ia mendapati akhwat yang lebih baik dari mu hingga ia pun meninggalkan mu dan memilih akhwat yang lebih baik tersebut. Atau kah ternyata sang ikhwah tersebut di suruh menikah dengan wanita pilihan orang tuanya dan menikahlah ia dengan wanita tersebut dan engkau tinggal menjadi kenangan untuknya. Ajal juga siapa yang tau saudaraku. Siapa yang bisa menjamin esok atau lusa kita ini masih hidup. Mungkin hari ini kita berharap mendapatkannya namun ternyata Allah lebih dulu memanggilnya. Lalu untuk apa berhubungan tanpa status saat ini ? Tak lebih sekedar hubungan untuk ikatan yang tak pasti.

Akhi, ukhty, segala komunikasi yang telah engkau bangun selama ini, tentu hal tersebut belum mampu secara menyeluruh mengetahui perangai si Dia. Bisa jadi suatu saat nanti engaku mendapati perangai yang engkau tak inginkan darinya, baik info tersebut engkau dapati dari orang-orang terdekatnya atau kah engkau baru tau saat kalian ta`arufan bahkan mungkin baru ketahuan saat ia jadi pendampingmu. Mungkin cerewet, tidak tau masak, orangnya kurang lembut, hartanya sedikit, keluarganya kurang baik, sukunya yang tidak sama denganmu (jika engkau memang mempertimbangkan segala aspek keduniaan tersebut), dan berbagai kemungkinan buruk yang lain. Akhwat pun demikian, boleh jadi penampakan perfect si dia hari ini belum menggambarkan kepribadian lelaki tersebut yang sesungguhnya. Bisa jadi engkau baru tau bahwa ternyata ia juga pernah menjalin kisah dengan banyak akhwat yang lain. Ataukah engkau baru tau bahwa ternyata ia adalah pemarah dan berwatak keras,tak pandai lembut pada wanita, orangnya pemalas,ibadahnya tidak kuat, tidak pernah tahajjud, sholat duha, dan puasa sunnah, ataukah penghasilannya pas-pasan, dll.  Namun karena sudah terlanjur ada ikatan hati tanpa status di antara kalian berdua, apa boleh buat, engkau mau tidak mau harus memilihnya karena sudah teranjur terjalin komunikas sejak lama sebelum engkau  mengetahui semuanya.

Sendainya engkau sedikit bersabar dan menahan dirimu dari menikmati komunikasi kalian selama ini, maka semuanya bisa dikendaliakan. Bila saja engkau melewati jalur yang syar`I, tentu tidak ada yang perlu disesali. Bukankah saat ta`arrufan, segalanya bisa ditanyakan ? Kedua belah pihak, lelaki dan wanita tidak boleh menyembunyikan sedikit pun dari dirinya. Penyakitnya, kebiasaan-kebiasaanya, dll. Semuanya dapat kita tanyakan saat ta`arrufan. Meminta komitmen awal pun dapat dilakukan saat ta`arruf. Ini lah cara yang syar`i yang diajarkan oleh islam agar setelah pernikahan kedua belah pihak sudah saling mengetahui, tidak ada yang disembunyikan sehingga tidak ada yang merasa dibohongi dan dirugikan. Yang hadir adalah sifat saling memahami karena kedua belah pihak telah ridho dengan kekurangan masing-masing yang telah sama-sama diakui saat ta`arrufan

Jangan Buka Jalan Syaitan

Janganlah engkau membukakan jalan kepada syaitan untuk mengganngu hubungan yang suci. Pernikahan adalah sesuatu yang suci yang tak boleh dinodai oleh kerja-kerja syaitan. Pernikahan adalah ibadah maka harus melewati tuntunan ilahi. Agama ini sudah sempurna dn telah mengatur segalanya. Mulai dari persoalan jihad hingga perkara masuk wc, mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali, semuanya telah di atur dalam islam, termasuk hubungan antara lawan jenis, peraturtannya pun lengkap dalam agama ini. Jalan-jalan yang harus dilalui menuju pernikahan, dari A sampai Z Allah telah mengaturnya. Maka lewatilah jalan tersbut agar engkau selamat. Bukankah keselamatan itu hanya bila mengikuti jalannya rasulullah, melewati jalan yang dahulu dilalui oleh Rasulullah ?

Bukankah Allah Maha Tau segala sesuatu ? Maka Allah pasti mengetahui siapa yang terbaik untuk kita. Allah tau siapakah orang terbaik sebagai pendamping hidup kita. Orang yang bersamanya, kita dapat membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Bersamanya,kita bisa semakin dekat dengan Allah. Bersamanya, kita bisa memiliki keturunan seorang ulama, seorang mujahid dan mujahidah, seorah hafidz dn hafidzah, seorang anak yang sholeh dan sholehah. Maka sebelum kita dilahirkan, perkara jodoh telah diatur oleh Allah. Maka walaupun saat ini kita telah berhubungan dengan ribuan wanita/lelaki, namun ternyata ia bukan jodoh kita, maka tidak akan mungkin kita mendapatkannya. Sebaliknya, boleh jadi ada wanita yang salama ini kita tidak kenal bahkan mungkin kita sangat benci, namun ternyata ialah garis tangan kita, maka pasti kita akan bersamanya. Mekipun Anda adalah orang aceh, namun bila ditakdirkan menikah dengan orang papua, maka pasti Anda akan menikah dengannya.ini rahasia ilahi.

“Boleh jadi engkau menyukai sesuatu namun itu buruk bagi mu dan boleh jadi engkau membenci sesuatu namun itu baik untukmu. Sesungguhnya Allah mengetahui dan engkau tidak mengetahui.”

(QS. Al Baqarah: 216)

Mana Lebih Nikmat ?

Orang yang berpuasa memiliki dua kenikmatan. Kenikmatan saat berbuka dan kenikmatan saat bertemu dengan tuhan-Nya.

(Al Hadits)

            Mengapa Rasulullah sallallahu `alaihi wasallam besabda seperti itu ? karena saat berpuasa, sesorang harus menahan diri dari makan dan minum mulai saat terbit fajar hinggah terbenamnya matahari. Sebenarnya, makan dan minum adalah perkara yang sunnatullah. Keduanya menrupakan kebutuhan manusia, fitrah kehidupan. Namun seseorang yang berpuasa dituntut bersabar akan hal tersebut untuk menahan diri dulu sampai tiba masa nya mereka menkmatinya. Dalam masa menahan tersebut, naluri kemanusiaan kita tentu sangat ingin makan dan minum, namun demi ketaatan kepada Allah kita bersabar terhadapnya. Sejak pagi hingga petang kita terus bersabar. Tentu semakin bertambah waktu semakin kita ingin untuk menikmatinya. Di saat itu pula kita butuhkan peningkatan kesabaran dan puncak paling inginnya kita adalah saat senja telah tiba. Ketika masa berbuka telah tiba di sinilah kenikmatan itu. Karena kita ingin sekali dan di saat itu pula telah telah dibolehkan, maka sungguh kenikmatan itu begitu terasa. Bisa jadi ada orang lain yang tidak puasa juga makan dan minum bersamaan saat kita bebuka, namun tentu kenikmatan yang dirasakan berbeda. Orang yang berpuasa akan merasakan kenikmatan yang lebih dibandingkan orang yang tidak berpuasa tadi walaupun makanan yang dimakan adalah makanan yang sama.

Ini pelajaran bagi kita para pemuda. Kita mungkin menikah sebagaimana orang lain menikah, namun akan berbeda cita rasa yang dirasakan bagi orang yang sebelum menikah telah sering menjalin komunikasi dengan lawan jenisnya dengan orang yang betul-betul menjaga hijabnya. Orang yang sangat menjaga hijab bagaikan orang yang berpuasa. Ia terus menjaga dirinya dan bersabar untuk tidak berhubungan apapun dengan lawan jenisnya. Ia bertahan dengan itu hinggah tiba masanya, maka tentu ia akan merasakan kenikmatanyang sesungguhnya melebihi kenikmatan orang-orang yang telah mengambil kenikmatan itu sebelum waktunya.

Mari mengambil pelajaran dari kehidupan. Kue donat rasanya enak. Semua orang menyukainya. Tapi bila setiap saat kita makan kue donat. Sedikit sedikit makan donat lagi. Sedikit sedikit makan donat lagi, apakah ia tidak bosan? apakah donat yang enak itu masih terasa enak oleh orang yang sudah terlalu sering makan donat? Tentu tidak. Apapun bila terlalu sering pasti akan membawa pada kebosanan sehingga sesuatu yang awalnya enak akan menjadi tidak enak lagi. Begitu pula status hubungan dengan lawan jenis. Wanita adalah salah satu keindahan dunia. Bahkan rasullullah bersabda bahwa wanita sholeha adalah perhiasan dunia yang paling indah. Namun bila sebelum menikah keindahan itu sudah terlalu sering dinikmati, maka tentu setelah menikah akan bosan dengannya.

Saudara ku, ku nasehatkan kepada mu,jangan mencoba-coba bermain mata dengan lawan jenis sebelum engkau halalkan ia lewat pernikahan. Yakinlah, segalanya akan indah pada masanya. segala hal masing-masing ada waktunya. Jangan menikmatinya terlalu cepat. Jangan terlalu terburu-buru. Karena jikalau telah menikmatinya saat ini (sebelum menikah) maka pada saatnya nanti (setelah menikah) engkau akan sulit menikmatinya karena engkau telah mengambilnya saat ini. Maka untuk mendapatkan kenikmatan sesungguhnya lewat pernikahan, bersabarlah hinggah tiba masanya.

Perbaiki Kualitas Diri

Yang perlu kita pikirkan sekarang, bagaimana menghasilkan karya untuk umat agar kita pun mendapatkan pasangan yang punya karya. Mari kita perbaiki tahajjud, perbaiki sholat duha kita, perbanyak sedekah, agar kita pun mendapatkan pasangan yang rajin tahajjud, sholat duha, banyak bersedekah. Mari memperbanyak ilmu agar dapatkan pasangan yang berilmu pula. Mari terus meningkatkan mujahadah kita agar mendapat pendamping yang juga kuat mujahadahnya. Mari tingkatkan dakwah dan kesabaran kita agar kelak mendapatkan pasangan yang hebat dakwahnya dan kuat kesabarannya. Mari berlomba-lomba menjadi seorang hafidz (penghapal qur`an) agar kelak mendapatkan jodoh seorang hafidzah. Sebaliknya, kalau kita orang yang malas, sedikit ibadah, banyak berbuat sia-sia, maka insyaAllah kita pun akan mendapatkan pendamping yang juga pemalas, sedikit ibadah, rajin berbuat sia-sia. Mana kah yang Anda pilih? Tugas kita hanyalah memperbaiki kualitas diri agar kitapun pendapatkan pasangan yang berkualiatas. Pasangamu adalah cerminan dirimu. Ini janji Allah :

“…Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, wanita yang keji untuk lelaki yang keji…”

(QS.ANNUR:30)

Created by:

Andi Muh. Akhyar, S.Pd

Mahasiswa Pascasarjana UGM, Pembina LIDMI, MSO LDK FSI RI UNM, MSO LDF SCMM BEM FMIPA UNM, email:akhyar.phyicp@gmail.com

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *