Salahkah aku jika mencintainya ?!!

Salahkah aku jika mencintainya ?!!

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh
Ah, cinta … sebegitukah deritanya …
Apa sih sebenarnya cinta itu? Bagaimana Islam memandang cinta?
Bagaimana juga jika cinta telah menghampiri kita?
Itulah salah satu paragraf di artikel ini. Mumpung virus cinta lagi santer – santernya ditebar pada hari yang katanya “Valentine” ini. Al Madinah persembahkan kepada remaja dan pemuda sekalian, uraian tentang “cinta”. Terimalah persembahan Al Madinah ini, ciee … …
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh

i-love-allah

Salahkah aku jika mencintainya ?!!

Makan nggak enak … tidur nggak nyenyak …

Dimana-mana yang terbayang hanyalah wajahnya. Di kamar tidur ingat dia. Nggoreng telur gosong gara-gara melamunkan si dia … Sampai-sampai rumus-rumus logaritma yang diajarkan guru matematika yang paling killer di kelas pun melayang begitu saja gara-gara senyum manisnya dan suara merdunya yang sebenarnya nggak merdu itu selalu nyantol di otak kita.

Jika sudah begini, siapa yang dapat disalahkan…

Ah, cinta … sebegitukah deritanya …
Apa sih sebenarnya cinta itu? Bagaimana Islam memandang cinta?
Bagaimana juga jika cinta telah menghampiri kita?

Cinta atau Mahabbah makna asalnya adalah bening dan bersih. Juga bisa diartikan air yang meluap setelah turun hujan yang lebat. Dari sini diartikan bahwa Al Mahabbah adalah luapan hati dan gejolaknya saat dirundung keinginan untuk bertemu sang kekasih.

Cinta bisa membawa sengsara juga bisa membawa nikmat. Tergantung cinta itu sendiri. Begitu pula Islam memandang cinta kepada lawan jenis. Cinta seperti ini ada 3 jenis:

  • Mencintai untuk mendekatkan diri pada Allah dan menaatiNya. Ini termasuk cinta yang bermanfaat. Contohnya: cinta suami istri yang menikah untuk menjaga dirinya dari hal-hal yang dilarang juga menikah untuk mengikuti sunnah Rasulullah.
  • Cinta yang mendatangkan murka Allah. Cinta inilah yang memalingkan diri kita dari Allah, membuat lupa akanNya dan mendorong untuk melanggar syariatNya. Firman Allah: “Dan di antara manusia ada orang yang mengangkat sesembahan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mencintai Allah. Adapun orang-orang beriman sangat cintanya pada Allah. Dan Allah tidak akan menunjuki orang-orang fasik.” (arti QS Al Baqarah :165)
  • Cinta yang mubah, adalah cinta yang tidak ada unsur kesengajaan. Misalnya tanpa sengaja ia melihat wanita kemudian jatuh cinta dan hal ini tidak sampai membuatnya bermaksiat pada Allah. Dia merahasiakannya dan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang.

Lalu … gimana kita menyikapi cinta yang menghampiri kita …

Mana ada sih orang yang bisa menolak datangnya cinta… karena cinta itu datang tanpa permisi bak pencuri, cinta itu laksana panah asmara yang mengenai mata dan langsung menghunjam ke hati bahkan datangnya pun lebih cepat daripada pesawat boeing yang tanpa permisi menghantam gedung WTC dan meluluhkannya. Jadi…gimana dong…

Lihat hadis Rasulullah ini dalam sunan Ibni Majah:
“Tidak ada yang lebih patut bagi dua orang yang saling mencintai kecuali nikah.”

Nikah ?!! Nggak mungkin … sekolah aja belum kelar gimana mo’ nikah …

Mungkin itu yang akan terucap dari lisan kalian

“Datengin aja, trus bilang padanya I love you sambil membawa seikat rumput…eh seikat bunga mawar dan bilang padanya jadilah pacarku”

mungkin itu jawaban remaja saat ini yang merasa jantan jika berani melakukannya.

Ah, yang bener pacaran itu solusinya….?

Mari lihat apa yang dikatakan pencipta kita, Allah azza wa jalla:

“Janganlah kalian mendekati zina…” (arti QS Al Isra’: 32)
“ah terlalu ekstrem jika pacaran saja dianggap mendekati zina ..” mungkin itu komentar kalian.

Tapi bukankah kita sudah pernah mendengar sabda Rasulullah :
“Janganlah engkau bersendirian dengan seorang wanita… Tidaklah bersendirian diri dengan seorang wanita kecualiketiganya Syaitan…” (HR. Tabrani)

“Kedua tangan juga dapat berzina dan zinanya adalah menyentuh dan kedua kaki juga berzina dan zinanya adalah berjalan (menuju tempat maksiat) dan mulut juga berzina dan zinanya adalah ciuman” (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Gimana kita mau bilang pacaran itu tidak mendekati zina, wong tanpa survey membuktikan aja tentunya kita juga tahu kalu orang pacaran melakukan hal-hal diatas.

Tentunya kalian sebagai remaja muslim yang baik tak akan berdalih lagi (karena kasihan, karena ingin menasihati, karena nyari pelindung, tukang ojeg atau kakak) untuk mengelak dari perkataan Allah dan RasulNya tersebut.

Trus gimana dong…khan bisa bete jika Cuma diem aja…

SOLUSI…
Bagi kalian yang udah terlanjur jatuh cinta, rahasiakan cinta kalian dalam hati, berusahalah melupakannya dan sibukkan diri dengan sesuatu yang bermanfaat. Tahanlah diri kalian dari hal-hal yang dilarang agama seperti melamun, membayangkan, dsb dan bersabarlah menghadapi ujian cinta ini. Jangan biarkan cinta yang mubah ini menjadi cinta yang salah.

Bagi kalian yang sudah belum pernah bener-bener jatuh cinta atau juga yang sudah, masih ada nasehat yang lain :
1) Tundukkan pandangan dari lawan jenis (lihat QS An Nur : 30-31)
2) Hindari kholwat (berduaan) dan ikhtilat (campur baur). Ingat …orang jawa bilang : trisno jalaran soko kulino, jadi kalau nggak butuh, usahakan tidak terlalu sering berinteraksi dengan yang bukan mahram.
3) Hindari menonton sinetron-sinetron atau film-film cinta dan sejenisnya.
4) Hindari bacaan-bacaan/novel-novel yang menghanyutkan hati kita tergoda cinta …
5) Hindari lagu-lagu cinta karena ini bisa melemahkan hati.
6) Sibukkan diri dengan ngaji dan bergaullah dengan orang-orang yang baik, karena kalahnya hati kita dari cinta ini karena bodohnya kita terhadap ilmu agama dan lemahnya iman kita. Jangan malah dekat orang-orang yang suka ngomporin kita dan hobinya sebagai mc (mak comblang).

Tentang bergaul dengan seorang “teman akrab”, cukuplah kiranya difahami firman Allah berikut ini :
“Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit kedua tangannya, seraya berkata : ‘Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama – sama rasul. Kecelakaan besarlah bagiku. Kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku (kekasihku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”
(arti QS Al Furqon : 27 – 29)

Menyesaaal … banget deh kita ini nantinya, jika terlanjur mengambil seorang “teman akrab” (tanda petk lho).
7) Puasa. Nah …yang satu ini solusi RosulNya untuk nahan nafsu.
8) Nikah … ini kalau kalian udah benar-benar siap dan mampu.

Susah ya… Berusahalah dan jangan bersedih. Coba baca firman Allah berikut:
“Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran tuhannya dan menahan diri dari keinginan nafsunya maka sesungguhnya surgalah tempatnya.” (arti QS An Naziat : 40-41).

Surga …bukankah itu lebih indah…

Dalam hadist Rasulullah juga bersabda bahwa jika kita meninggalkan sesuatu yang disukai manusia, tapi sesuatu tersebut dibenci Allah, dalam rangka kita mencari ridho Allah. maka Allah akan mencukupkan diri kita dari sesuatu yang kita butuhkan dari manusia tersebut.
Nah, Allah begitu baik khan … mana pantas mengkhianatiNya. Lagian siapa yang telah mencipta dan memelihara kita selama ini … tidakkah Ia lebih pantas untuk dicintai.

Rasulullah bersabda:
“Tidak sempurna iman seorang hamba hingga ia lebih mencintai Allah daripada mencintai anaknya, orangtuanya dan semua manusia,”

Lagian …siapa yang dapat menolong kita di hari akhir nanti…apakah kekasih-kekasih kita …Tentu tidak, oleh karena itu, tetaplah tersenyum menghadapi cinta ini…Insya Allah, allah akan menggantikan dengan sesuatu yang lebih baik, kekasih yang suci dan sholeh/sholihah di dunia ini dan surga di akhirat nanti. Amin. Keep smilling.

Alif #15

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *