Pakaian Keanggunan Muslimah

Pakaian Keanggunan Muslimah

Wanita merupakan pesona keindahan. Hal ini sangat diakui oleh kaum wanita itu sendiri, terlebih oleh kaum lelaki (lelaki normal tentunya). Allah Ta’ala telah berfirman -yang artinya-: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini. yaitu wanita-wanita. anak-anak. harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan. binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia. dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (terjemahan Al Qur’an surat Ali Imran ayat 14)

 

Sudah menjadi fitrah pada diri wanita terdapat sifat menarik dari sisi manapun. Akan tetapi…, sifat tersebut bisa menimbulkan fitnah-godaan bagi orang lain khususnya laki-laki. Tidak usah jauh-jauh, wanita dengan penampilan yang biasa-biasa saja bisa menimbulkan ketertarikan laki-laki. Lebih-lebih wanita-wanita yang berpenampilan luar biasa (maaf: ketat dan seksi). Bisa dibayangkan…

 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sudah berpesan buat umatnya tentang wanita. Beliau bersabda –yang artinya-: “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggaIku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita” (Muttafaq ‘alaih)

 

Ketika Nabi itu Bernama Artis

Nabi kita adalah Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sosoknya menjadi teladan. Ajarannya menjadi tuntunan. Akan tetapi sekarang ini, muncul “nabi” baru yang ironisnya diteladani justru oleh kaum muslim itu sendiri. “Tuntunannya” pun dianut dengan sangat fanatik oleh penggemarnya. Siapakah dia? Mereka adalah para artis dan selebritis!!!

 

Ketika artis wanita berdandan dengan kemewahannya -meski berjilbab dengan bagian tubuh di sana-sini terbuka-, remaja putri kita karena saking demennya rela menirunya. Muncul apa yang dinamakan jilbab gaul. Istilah kerennya jilbab kafe atau jilbab selebritis. Jilbab ini memang menutup kepala. Tetapi karena tipis, rambutnya kelihatan apabila tertembus sinar matahari, atau bahkan hanya oleh sinar lampu senter sekalipun. Lehernya kelihatan karena ujung jilbabnya diikat di belakang tengkuknya. Seluruh lekuk tubuh terlihat karena pakaian yang dikenakan kekecilan. Percaya deh…, para pria asusila bisa girang bila melihat fenomena model beginian.

 

Jilbab Gaul

 

Allah Ta’ala telah berfirman dalam kitab-Nya yang mulia –yang artinya-: “Wahai nabi katakanlah kepada istri, anak perempuanmu dan para wanita-wanitanya kaum mukrninin: Hendaklah mereka rnengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang dernikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal karena itu mereka itu tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (terjemahan Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 59)

Jelas banget kalau mengenakan jilbab itu wajib dan disyariatkan. Pengertian “jilbab” dalam ayat ini adalah kain yang diletakkan oleh wanita di atas kepala dan badannya, di atas pakaian yang dipakainya, sehingga dirinya dapat tertutup.

 

Allah Ta’ala memerintahkan seluruh wanita mukminah untuk mengulurkan jilbabnya. Tujuannya; biar keindahan-keindahan mereka yang merupakan aset perhiasannya dapat tertutupi.. Indahnya wanita itu bisa berupa rambut, wajah, dan yang selainnya. Bila perhiasan itu ditutupi, mereka bisa dikenali sebagai wanita yang menjaga kehormatan diri. Mereka –insya Allah- tidak bakalan mengalami fitnah-bencana. Mereka tidak pula menjadi sumber fitnah-ujian syahwat bagi para pria, yang dapat memotivasi orang-orang senang menggoda mereka.

 

Rasulullah sholallaahu alaihi wa sallam telah bersabda –yang artinya-: “Dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum pernah melihatnya: yaitu suatu kaum yang memegang cemeti seperti ekor-ekor sapi untuk memukul manusia dan wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang, mereka berlenggak-lenggok. kepala mereka sepett punuk-punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapatkan wanginya syurga” (terjemahan hadits riwayat Ahmad dan Muslim)

Hadits itu memberikan lampu merah terhadap tabarruj. Apa sih tabarruj? Yakni perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya, juga menampakkan segala sesuatu yang wajib ditutup, karena dapat membangkitkan syahwat laki-laki. Hadits tersebut juga mengingatkan tentang tipe-tipe pakaian yang tipis dan pendek. Disadari atau tidak, pakaian model begituan membuat manusia condong kepada perbuatan keji, batil dan dzalim.

 

Wahai saudariku..

Busana muslimah merupakan cerminan penjagaan terhadap Iffah (kesucian diri). Busana tidaklah mengekor pada selera, hawa nafsu, tradisi, kehendak manusia, mode-mode, maupun mengikuti selebritis. Kriteria jilbab mengikuti apa yang menjadi tujuan diwajibkannya jilbab ini, yakni menutupi perhiasan wanita. Tutupilah dirimu, karena itu jauh lebih baik bagimu!

 

Inilah Jilbab Kita…

 

Menutupi Seluruh Badan Selain yang Dikecualikan

Allah berfirman –yang artinya-: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali (yang biasa) nampak dari mereka” (terjemahan Al Qur’an surat An Nur ayat 31)

Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa “perhiasan yang biasa nampak dari wanita” adalah “Pakaian”. Maksudnya adalah pakaian yang memenuhi syarat sebagai jilbab Muslimah, karena tidak mungkin disembunyikan. Sedangkan Ibnu Abbas dan Ibnu ‘Umar mengatakan bahwa yang boleh nampak adalah ‘wajah dan telapak tangan’.

 

Hati-Hati… Transparan

Jilbab itu tebal alias tidak transparan, serta lebar. Biar permukaan kulit benar-benar tertutup rapat. Pakaian itu hendaknya juga longgar sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh. Rasulullah bersabda –yang artinya-: “…dan wanita yang berpakaian tetapi telanjang…” (terjemahan hadits riwayat Muslim). Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa yang dimaksud Nabi shalallaahu ‘alaihi wa salam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, dan tidak dapat menutupi atau menyembunyikannya.

 

Jangan Kayak Lelaki

Pakaian wanita muslimah hendaknya berbeda dengan pakaian lelaki muslim. Mengapa? Soalnya: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria (terjemahan hadits riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)

 

Bukan Ikut-Ikutan

Rasulullah bersabda –yang artinya-: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum itu” (terjemahan hadits riwayat Abu Dawud). Seseorang itu bisa dikenali dari pakaiannya. Bila kita melihat wanita pakai jilbab, langsung deh…kita bisa mengatakan “Dia muslimah.”. Akan tetapi, bagaimana menurutmu kalau melihat orang memakai baju model barat?

 

Cari Populer?

Dari Ibnu Umar, Rasulullah bersabda –yang artinya-: “Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (cari populer) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada han kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka” (terjemahan hadits riwayat Abu Dawud dan Ibnu Majah)

 

Aduh…Wangi

Rasulullaah bersabda –yang artinya-: “Siapa saja wanita yang memakai wewangian kemudian berjalan melewati suatu kaum dengan maksud agar mereka mencium harumnya, maka ia telah berzina” (terjemahan hadits riwayat An Nasa’I, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban)

Maksud berzina dalam sabda Rasulullah itu adalah: wanita tersebut menjadi pemancing timbulnya zina. Bau yang harum memang bisa menarik perhatian orang. Dan perhatian yang tajam dari seorang lelaki terhadap wanita merupakan satu langkah maju untuk mendekati zina.

 

Wahai saudariku…

Jangan pamerkan keindahanmu sehingga laki-laki shalih jadi terganggu. Jangan tunjukkan keindahanmu sehingga laki-laki bejat bersorak-sorak senang kegirangan. Jangan pedulikan mereka yang mengobral omong kosong bahwa modernisasi adalah barat. Mereka hanya peduli bagaimana bisa menikmati tontonan pemancing nafsu-syahwat, dengan murah-meriah.

 

Tundukkan pandanganmu dan tutupi keindahanmu! Lelaki shalih akan menjadi tenang, dan biarlah pria hidung belang menjadi berang dan makin bengang.

 

Pasti kita sudah tahu kalau sebaik-baik perkataan adalah Al Qur’an, sebaik-baik pedoman adalah pedomannya Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sedangkan Allah serta Rasul-Nya telah memberi kita petunjuk kepada kita bagaimana seorang muslimah menjaga kesucian dirinya. Sadarilah… penjagaan itu datang dari jilbab yang sesuai dengan syariat.

 

Bukankah sangat rugi jika telah datang sebaik-baik pedoman, kita malah mengambil pedoman yang lain? Kita renungkan dengan hati yang jernih, sudahkah kita memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya? Sudahkah kita kenakan busana yang dimuliakan Allah dan Rasul-Nya? Sudahkah kita memakai pakaian yang membuatmu akan dipandang sangat hormat oleh seluruh orang-orang yang beriman?

Allah telah berfirman dalam surat AI Ahzab ayat 36 –yang artinya-: “Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan, mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan. akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasuI-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.”

 

Wahai saudariku… nasehatku merupakan wujud rasa sayangku padamu. Agar engkau memiliki pakaian keanggunan muslimah, dan kita semua selamat dunia dan akhirat.

 

 

Alif.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *