Korelasi Antara Jihad dan Hidayah

Korelasi Antara Jihad dan Hidayah

Oleh : Ustadz Rizki Narendra

Allah ta’ala berfirman dalam surat Al-Ankabut,

والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا (العنكبوت: 69)

“Dan mereka yang berjuang dalam – rangka menggapai ridho – Kami, sungguh Kami akan tunjuki mereka jalan Kami” (Al-Ankabut: 69)

Pada ayat tersebut, Allah ta’ala mengaitkan antara hidayah (petunjuk) dengan Jihad (perjuangan). Jadi, hidayah itu berbanding lurus dengan jihad. Artinya adalah, semakin hebat perjuangan seseorang dalam mencari ridho Allah, semakin besar pula hidayah yang Allah anugrahkan kepadanya. Oleh karena itu, orang yang paling sempurna hidayahnya adalah yang paling hebat perjuangannya.

Ada 4 jenis perjuangan (jihad) yang wajib dilakukan:

  1. Perjuangan melawan jiwa (Jihad An-Nafs)
  2. Perjuangan melawan hawa nafsu (Jihad Al-Hawa)
  3. Perjuangan melawan setan (Jihad  Asy-Syaithon)
  4. Perjuangan melawan ambisi duniawi (Jihad Ad-Dunya).

Siapapun orangnya, apabila dia berjuang melawan keempat hal ini karena Allah Ta’ala, maka Dia akan menunjukan jalan keridhoan-Nya yang membimbingnya menuju surga. Sebaliknya, siapapun yang melalaikan jihad ini, dia akan kehilangan hidayah sesuai kadar kelalaiannya.

Imam Al-Junaid menafsirkan ayat ini, “mereka yang berjuang melawan hawa nafsu dengan taubat, sungguh Kami akan tunjuki mereka jalan keikhlasan”.

Perlu diketahui bahwa seseorang itu tidak mungkin mampu berjihad melawan musuh yang kasat mata, jika belum mampu berjihad melawan musuh-musuh yang tak kasat mata dalam dirinya. Apabila dia berhasil menaklukan mereka, maka dia akan berhasil pula menaklukan musuh yang kasat mata. Jika tidak, maka dialah yang akan ditaklukan musuhnya.

Disadur dari: Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah, Al-Fawaid, hal: 65-66.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *