Kenal Allah, Sang Penguasa Alam Semesta

Kenal Allah, Sang Penguasa Alam Semesta

Sebagai seorang muslim, kita harus mengenal secara jelas siapa Tuhan kita, yaitu Allah Sang Pencipta dan Penguasa alam semesta. Tidak seperti orang – orang diluar Islam maupun atheis yang tidak tahu secara jelas tentang Tuhannya. Kalaupun merasa tahu, pengetahuan mereka hanyalah dugaan – dugaan ngawur semata. Bahkan si atheis menyangka bahwa alam semesta ini tercipta dengan sendirinya.

“ Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun, ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri) ?. Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu ?. Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). “

Berbagai teori dicetuskan untuk mendukung keyakinan mereka tersebut. Mulai dari teori tentang adanya / terbentuknya alam semesta ini, sampai teori munculnya kehidupan, dan keberadaan manusia itu sendiri dengan istilah “evolusi” nya. Teori – teori yang nota bene bikinan manusia itu, disusun berdasarkan data – data yang lagi – lagi dikumpulkan oleh manusia juga. Padahal yang namanya manusia pasti ada kesalahannya, Sabda Rasul Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
“ Setiap bani adam itu ada kesalahan. (dan) Sebaik – baik orang bersalah adalah yang bertaubat. “ (HR Imam At Tirmidzi)
Sehingga teori – teori itu hanyalah bersifat dugaan belaka, yang belum sampai pada keyakinan kuat dalam jiwa.

Berbeda dengan Islam – sebagai agama yang sempurna – telah menjelaskan dengan sangat meyakinkan tentang alam semesta ini, sebagaimana firman Allah yang artinya :
“ Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan Nya pula) matahari, bulan, dan bintang – bintang, (masing – masing) tunduk kepada perintah Nya. Ingatlah, menciptakan dan memelihara hanyalah hak Allah, Maha Suci Allah, Tuhan Semesta Alam. “ (Al A’raf : 54)

Islam telah mengajarkan kita untuk menjadikan semua makhluk dan segala sesuatu di alam semesta ini sebagai tanda – tanda kekuasaan Allah.
“ Dan sebagian tanda – tanda kekauasaan Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari, dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang telah menciptakannya…” (terjemahan QS Fushilat : 37)

Dengan apa saja kita dapat mengenal Allah ?

Fitrah
Meyakini bahwa Sang Pencipta adalah Allah yang Maha Esa telah ada pada setiap jiwa manusia, artinya tanpa terlebih dulu berfikir ataupun belajar. Hati manusia telah paham bahwa Tuhannya adalah Yang Maha Esa, Dia lah Allah Sang Pencipta dan Penguasa Alam Semesta ini.
“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak – anak Adam dari sulbi mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu ?’ mereka menjawab : ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi’. (Kami lakukan yang demikian itu) supaya di hari kiamat kamu tidak menyatakan : ‘Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang – orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Tuhan). “ (Al A’raf : 172)

Akal
Suatu contoh, jika ada seseorang yang bercerita kepada kalian tentang sebuah istana yang megah, dikelilingi kebun – kebun, dialiri sungai – sungai, dialasi hamparan karpet, dan dihiasi dengan berbagai perhiasan, pokoknya sebuah istana yang super indah. Sehingga kalian yang mendengarkannya melongo dibuatnya. Lalu tiba – tiba orang tadi berkata : “Tapi, Istana itu ada dengan sendirinya ! ” . Tentu dengan spontan kita akan menjawabnya : “ Tidak mungkin, pasti ada yang membuatnya, pasti … pasti … dan pasti ! “.

Demikian juga dengan alam semesta ini, alam yang begitu indah nan permai serta tertata dengan apiknya ini, pasti ada yang menciptakan dan mengaturnya.
“ Allah lah yang telah menciptakan 7 langit, dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku kepadanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu …” (terjemahan QS Ath Thalaq : 12)
“ Dan telah kami tetapkan bagi bulan manzilah – manzilahnya, sehingga (setelah ia sampai pada manzilah yang terakhir) kembalilah ia sebagai bentuk tandan yang tua. “ (terjemahan QS Yasin : 39)
“ Dan matahari berputar pada poros (tempat peredaran) nya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. “ (terjemahan QS Yasin : 38).

Syariat Nya
Allah mengutus para Rasul Nya ke bumi ini untuk membawa syariat Nya bagi manusia. Syariat – syariat tersebut merupakan ketetapan hukum yang penuh dengan kemaslahatan. Bila kita menyimak dan mendalami syariat itu, tentulah kita akan sadar bahwa syariat itu berasal dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui segala kemaslahatan makhluk Nya.

Kemudian berita – berita yang disampaikan oleh para Rasul merupakan berita yang nyata lagi benar, tak dapat terbantahkan. Seperti perang antara Romawi dan Persia yang terjadi pada masa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Pada awal perang, Romawi dikalahkan oleh Persia, kemudian Allah berfirman dalam surat Ar Rum : 2 – 4 bahwa nantinya Persia akan dikalahkan oleh Romawi. Dan hal tersebut benar – benar terjadi kemudian.

Inderawi
Kita dapat mendengar dan menyaksikan terkabulnya doa seseorang. Anas bin Malik berkata : Pernah ada seorang badui yang datang pada hari jum’at. Pada saat itu Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam sedang berkhutbah, laki – laki itu berkata : “ Hai Rasul Allah, harta benda kami telah habis, seluruh warga telah kelaparan. Oleh karena itu mohonkanlah kepada Allah untuk mengatasi kesulitan kami !”. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengangkat tangannya dan berdoa, tiba – tiba awan mendung bertebaran bagaikan gunung – gunung. Rasulullah belum turun dari mimbar, hujan telah turun hingga membasahi jenggotnya. (HR Imam Bukhari)

Lalu kitapun juga mendengar sekaligus menyaksikan mukjizat – mukjizat kenabian yang ada hingga kini. Baik itu berupa bekas – bekas peninggalan orang – orang terdahulu dari umat kalangan para nabi, maupun kisah – kisah cerita tentang mereka yang terbukti secara ilmiah keotentikannya.

Gimana sekarang, lumayan jelas khan ?. Makanya, tidak ada yang tidak kenal dengan Tuhannya. Dan kalo udah pada tahu Tuhan kita, Yang Maha Pencipta lagi Maha Menguasai, adalah Allah Subhaanahu wa ta’ala, kita harus bener – bener mau mengabdi dan menyembah kepada Nya. Dan tidak boleh kita menyekutukan Nya dengan sesuatupun, OK.

Alif #10

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *