Inilah Agama Kita

Inilah Agama Kita

Agama…

Kata itu tidaklah asing di telinga kita, bahkan hampir tiap pekan ada pelajaran agama…walaupun sepertinya terasa tidak membekas di dalam pikiran kita. Begitu habis pelajaran, ya pergilah perhatian -masuk telinga kanan keluar telinga kiri-….yang semacam ini tentu menyedihkan. Apalagi di jaman yang tidak karuan seperti sekarang ini…, mau jadi apa kita kalau tidak punya dasar agama yang kuat ?

KENALILAH AGAMAMU ….

Islam adalah agama yang sempurna. Tidak akan diterima oleh Alloh agama selainnya. Maka penting bagi kita untuk mengenali Islam sebagaimana yang telah diajarkan Rosul kepada para shahabatnya.

Ulama’ kita mejelaskan bahwa secara bahasa ‘agama’ itu berarti : ketaatan. Dalam bahasa Arab agama disebut Ad-Dien. Bila kata Ad-Dien disebutkan sendirian maka yang dimaksud adalah ketaatan dan ketundukan terhadap syari’at (aturan Islam).

Adapun kata Islam secara bahasa maknanya : pasrah atau masuk ke dalam Islam.

Menurut istilah syariat, Islam berarti: Al istislaamu lillahi bit tauhid wal inqiyaadu lahu bith thoo’ah wal baroo’atu minasy syirki wa ahlihi,
yang artinya: Pasrah kepada Alloh dengan bertauhid, tunduk patuh kepada-Nya dengan ketaatan dan berlepas diri (baro’ah) dari syirik dan pelakunya.

Nah, di dalam definisi yang singkat ini ada tiga prinsip yang harus kita ketahui. Barangsiapa yang tidak mengetahuinya pasti rugi, soalnya ini prinsip yang super penting dan sangat mendasar.

PRINSIP SATU : TAUHID

Prinsip ini terdapat dalam kalimat: al istislaamu lillahi bit tauhid. Artinya, kita merendahkan diri dan tunduk memasrahkan diri sepenuhnya hanya kepada Alloh. Alloh-lah yang telah menciptakan kita, memberi rizki kepada kita, yang menguasai alam semesta dan yang mengaturnya. Maka sudah seharusnya kita hanya tunduk dan patuh hanya kepada-Nya. Tidak ada sesuatu apapun yang mampu mencipta, memberi rizki, menguasai dan mengatur alam semesta kecuali Alloh ‘Azza wa jalla. Oleh sebab itu kita harus mensyukuri sekian banyak nikmat ini dengan memasrahkan ibadah hanya kepada Alloh saja. Itulah yang dimaksud tauhid : mengesakan Alloh dalam ibadah (ifroodulloohi bil ‘ibadah).

Jadi segala bentuk ibadah; baik berupa sholat, berkurban, do’a, tawakal dan lain sebagainya hanya ditujukan kepada Alloh. Maka siapa saja yang tidak mau mengesakan Alloh dalam beribadah, berarti dia telah mengingkari nikmat Alloh yang begitu banyak. Mengapa dia ingkar, padahal Alloh saja-lah yang menciptakan dirinya, yang menjamin rizkinya, yang menyediakan berbagai macam sarana hidup di dunia? Sikap kufur (ingkar) itulah yang menyebabkan dia tidak termasuk orang yang bertauhid. Ia mempersekutukan Alloh dalam beribadah. Dia menyembah Alloh, tapi ia juga menyembah selain Alloh….. inilah lawan dari tauhid yang disebut syirik. Dia itu merupakan dosa besar yang paling besar!!

Dengan prinsip ini, muslim yang sejati adalah yang bertauhid dan anti kesyirikan, Alloh ta’ala berfirman –yang artinya-: “Sembahlah Alloh saja, dan jangan kamu sekutukan Ia dengan sesuatu apapun” (Terjemahan QS An Nisaa’ : 36)

PRINSIP DUA : TAAT

Prinsip ini terdapat dalam kalimat: wal inqiyaadu lahu bith thoo’ah. Simaklah firman Alloh ta’ala –yang artinya-: “Hai orang-orang yang beriman taatilah Alloh dan taatilah Rosul …” (Terjemahan QS An Nisaa : 59)

Keimanan kita bahwa Alloh adalah satu-satunya sesembahan yang benar mengharuskan ketundukkan kita kepada perintah dan larangan-Nya. Apa saja yang Alloh larang, kita jauhi sejauh-jauhnya.

Alhamdulillaah, berkat kasih sayang Alloh kepada kita, Dia telah mengutus Nabi Muhammad bagi seluruh umat manusia, untuk mengajarkan tatacara beribadah kepada-Nya, dan untuk menjelaskan perintah dan larangan dari Alloh. Maka tidaklah diterima agama siapapun kecuali dia harus tunduk kepada ajaran Rosululloh Shollallaahu ‘alaihi wa sallam.

Misalnya, Alloh memerintahkan kita untuk melaksanakan sholat lima waktu, maka sebagai orang yang beriman kita pun harus mengikuti perintah ini sebaik-baiknya, jangan malas apalagi sampai meninggalkan sholat karena asyik ngobrol. Atau contoh lain, Alloh melarang kita –khususnya yang muslimah- untuk pamer aurat. Maka muslimah yang taat sepantasnya mengindahkan perintah Alloh dalam al Qur’an, yaitu dengan mengenakan jilbab yang rapi dan sopan.

Jadi seorang muslim sejati adalah yang menaati Alloh. Bila Alloh memerintahkan, ia dengan senang hati melaksanakannya. Bila Alloh melarang, dengan senang hati pula ia meninggalkan larangan itu sejauh-jauhnya. Kita yakini bahwa Alloh Maha Bijaksana, Maha Adil dan Maha Mengetahui kebaikan dan keburukan yang akan menimpa kepada kita. Adapun orang yang taat kepada Alloh dan Rosul-Nya akan mendapat kemenangan yang besar. Alloh Ta’la berfirman –yang artinya-: “Barangsiapa menaati Alloh dan rosul-Nya ,maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan yang besar“ (Terjemahan QS Al Ahzab : 71).

PRINSIP TIGA : BARO ‘AH

Diantara ketiga prinsip ini, kayaknya prinsip tiga ini adalah yang paling asing di telinga kita. Apa itu baro’ah ? Baro’ah artinya: berlepas diri dari syirik dan pelakunya. Maknanya, wajib bagi seorang muslim untuk berlepas diri (baro’ah) dari syirik dan pelakunya.
Bagaimana caranya?

Alloh Ta’ala berfirman –yang artinya-: “Sungguh telah ada suri tauladan yang baik bagi kalian pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya (para Nabi) ketika mereka berkata kepada kaum mereka :”Sesungguhnya kami berbaro’ah (berlepas diri) dari kalian dan dari apa-apa yang kalian sembah selain Alloh. Kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata permusuhan dan kebencian antara kami dan kalian untuk selama-lamanya, sampai kalian mau beriman kepada Alloh saja …” (Terjemahan QS Al Mumtahanah : 4).

Seorang muslim yang sejati akan mencintai dan membenci sesuatu karena Alloh. Alloh mencintai hamba-hamba-Nya yang beribadah hanya kepada-Nya, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Maka kitapun mencintai saudara kita sesama muslim karena tauhid ini. Dan Alloh murka kepada hamba-hamba-Nya yang mempersekutukan-Nya dalam beribadah, maka kita membenci orang-orang yang mempersekutukan Alloh karena kesyirikan mereka.

Seorang muslim tidak selayaknya tenang-tenang saja meridhoi kesyirikan dan kekafiran. Sebaliknya, ia bergegas berlepas diri darinya, mengingkarinya, memusuhi dan membencinya. Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam telah diperintahkan oleh Alloh untuk mengatakan kepada orang-orang kafir –yang artinya-: “Bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku” (Terjemahan QS Al Kafirun : 5)

Kalau kita harus ber-baro’ah dari syirik dan pelakunya, lalu bagaimana kita bergaul dengan orang non-muslim ?

Pergaulan dengan orang non-muslim bisa bermanfaat apabila kita bisa mendakwahi mereka, bisa juga dihukumi mubah (boleh) seperti untuk keperluan jual beli dan lain sebagainya untuk kepentingan duniawi. Namun jangan sampai hilang rasa benci kita terhadap kesyirikan atau keingkaran mereka.

Mengapa kita harus membenci orang musyrik ?

Karena mereka telah berbuat durhaka kepada Alloh dengan kedurhakaan yang paling durhaka yaitu syirik, dan Alloh membenci.kedua-duanya -kesyirikan dan pelakunya- bahkan tidak ada dosa yang lebih besar daripada syirik dan kekafiran.

Itulah tiga prinsip penting yang terkandung dalam islam. Ketiga prinsip ini akan lebih dapat dihayati dan diamalkan, dengan bimbingan ilmu syar’i. Di mana kita akan mendapatkannya? Harta tak ternilai itu ada dalam majelis ilmu…Maka, janganlah bosan untuk mengunjunginya…

(alif).

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *