Hanya DIA Satu-Satunya . . .

Hanya DIA Satu-Satunya . . .

Hanya DIA Satu-Satunya . . .

Nikmat yang kita rasakan, keelokan yang tak terperikan

Heeeuuppp…yaaahh . . .

Menghirup oksigen, sadar-nggak sadar itu nikmaaat banget. Bagaimana tuh rasanya kalo kita tercekik cuma karena nggak ada oksigen? Bisa berabe. Pantas khan kalo kita berterimakasih pada Yang Menciptakan oksigen?

Menurut pelajaran Fisika, kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya milyaran, dinamakan Galaksi. Milyaraan…??? Padahal satu bintang aja ada yang jauuuh lebih gede daripada bumi. Bisa terbayang luasnya Galaksi??? Allaahu Akbar!!!

Bumi ini katanya bertempat tinggal di galaksi Bimasakti. Trus Bimasakti katanya punya tetangga namanya Andromeda. Biarpun udah bertetangga, jaraknya dari Bumi katanya kurang lebih 1.500.000 tahun cahaya. Garis tengah yang namanya Andromeda ini kurang lebih 60.000 tahun cahaya. Biar nggak pada bingung kayaknya perlu diperjelas apa sih tahun cahaya itu, sekalian belajar Fisika.

Kecepatan cahaya dalam ruangan yang nggak ada udaranya kira-kira 300.000 km per detik, artinya dalam satu detik cahaya menempuh jarak sekitar 300.000 km. Sekarang bisa dihitung berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun, kurang lebih 10.000.000.000.000 km. Wow…bayangkan…betapa jauh dan luasnya Andromeda. Itu baru satu galaksi. Diduga ada sekitar satu milyar galaksi yang tersebar di alam semesta. Betapa perkasanya Pencipta dan Pengatur alam semesta!!!

Ada bagusnya kalo kita kenalan dengan atom. Dikatakan bahwa materi benda itu tersusun dari partikel-partikel kecil yang namanya atom. Atom ini yang menyusun mulai dari karet sampai dengan baja, dari air sampai udara. Berapa ukuran atom? Dikatakan garis tengahnya sekitar seperlima juta milimeter. Bisa dibayangkan satu milimeter yang kecilnya udah mepet banget itu dibagi sekitar 5 juta. Betapa perkasanya Pencipta dan Pengatur alam semesta!!!

Apakah alam ini, kenikmatan ini kebetulan semata?

Suatu ketika , Jubair bin Muth’im mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam membaca surat Ath Thur. Beliau membaca sampai pada ayat berikut:

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Apakah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu ataukah mereka yang berkuasa?” (Terjemahan QS At Thur : 35-37)

Pada saat itu Jubair bin Muth’im seorang musyrik. Tetapi mendengar ayat yang dibaca oleh Rasulullah tersebut, ia berkata: “Hampir saja hatiku terbang kegirangan. Itulah pertama kalinya iman bersemayam di hatiku”  (HR Shahih Bukhari dan Muslim )

Ada benarnya perkatan “badai tidak bisa menyusun besi yang berserakan menjadi sebuah pesawat terbang”. Oleh karena itu, suatu kebetulan nggak bakal mungkin menghasilkan kreasi yang sangat rapi seperti alam semesta ini.

Siapa Yang Menciptakan ini semua? Siapa Yang Memberi rejeki?

Allah berfirman yang artinya :

“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olemu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah?”  (Luqman ayat 11)

“Maka siapakah dia ini yang memberi rejeki jika Allah menahan rejeki-Nya?”  (Al Mulk ayat 21)

Naa..udah pada tahu kalo Allah menolak pembantu dan sekutu dalam penciptaan dan pemberian rejeki. Makanya, nggak ada alasan bagi mereka yang masih menyembah selain Allah, walau niat penyembahan selain Allah itu buat mendekatkan diri kepada Allah. Toh, Allah nggak butuh pembantu untuk menolong pekerjaanNya.

Lantas, bagaimana dengan nama-nama tuhan yang disembah selain Allah? Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya yang termuat dalam Al Qur’an:

“…Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu…”  (Yusuf ayat 39-40)

Seandainya ada tuhan-tuhan yang banyak, maka tuhan-tuhan ini akan saling berperang. Atau saling membagi kekuasaan. Atau salah satunya menguasai yang lain, sehingga yang satu ini yang pantas disebut tuhan, sedang lainnya hamba. Dalam realitanya, ternyata alam ini nggak terjadi pembagian kekuasaan tuhan atau nggak terjadi ketidakberesan. Hal ini menunjukkan pengaturnya satu, tidak ada yang menentang kekuasaan-Nya. Tuhan ada satu, dan hanya satu….

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak , dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan besertaNya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian tuhan-tuhan itu akan mengalahkan tuhan yang lain…”  (Al Mu’minun ayat 91)

Oleh Karena Itu

Hanya Allah Yang Maha Mencipta, hanya Allah Yang Maha Kuasa, hanya Allah Yang Memberi rejeki, hanya Allah Yang Mengampuni dosa  Maka hanya Dia yang pantas untuk kita sembah. Segala denyut nadi kehidupan kita, kita persembahkan untuk menghamba kepada-Nya, mencintai-Nya, takut akan siksa-nya, dan mengharap pahala-Nya

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”  (Ad Dzariyat ayat 56)

Orang-orang yang menyekutukan Allah juga mengaku bahwa hanya Allah Yang Menciptakan mereka, menciptakan langit dan bumi, hanya Allah Yang Memberi rejeki, hanya Allah yang berkuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, hanya Allah Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup, hanya Allah yang mengatur segala urusan.

“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka , “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka akan menjawab, “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”  (Az Zukhruf ayat 9)

Tetapi mereka masih berbuat syirik kepada Allah. Artinya mereka masih menyembah selain Allah. Padahal amalan dapat terhapus gara-gara berbuat syirik. Udah gitu, Allah pun nggak akan mengampuni dosa syirik apabila mereka nggak bertobat di dunia. Nah, lho, celaka banget, khan?

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya…” (An Nisa’ ayat 48)

“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”  (Al An’am ayat 85)

Makanya, sembah Allah aja, jangan mempersekutukan Dia dengan selainNya. Banggalah untuk menjadi generasi muwahhiddin, generasi bertauhid yang hanya menyembah Allah semata dan menjauhi kesyirikan. Lantas, bagaimana kita mengenal syirik, supaya dapat menjauhinya? Yang pasti adalah dengan belajar, “ reguklah ilmu – ilmu agama, bertamasyalah ke majelis – majelis pengajian, bercengkeramalah dengan ahli – ahli ilmu agama “. Siap menjadi generasi muwahhidin?

Alif#12

.

Share this post

Comment (1)

  • Amarudin

    Subhanalloh…..
    Mantabs ustdz…
    Memang ini semua bukanlah kebetulan, bahkan website ini direlease pun pasti bukanlaah kebetulan, Allah yang Maha Esa telah mentakdirkan untuk direlease nya website ini dengan baik. 🙂
    Salam semangat dan istiqomah menuntut ilmu di Pondok Almadinah.
    Wassalam…..

    March 11, 2013 at 11:26 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *