Seruan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 72

Dalam rangka memperingati HUT ke 72 Kemerdekaan RI, Majelis Ulama Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan seruan kepada seluruh takmir masjid di seluruh D.I Yogyakarta untuk mengadakan gerakan sholat subuh berjamaah dan pengajian besok Kamis, 17 Agustus 2017. Salah satu masjid yang akan mengadakan Gerakan Sholat Subuh Berjamaah yaitu Masjid Jogokariyan dengan menghadirkan Ustad Salim A. Fillah dan Ustad Jasir ASP sebagai pembicara. Selain itu ada acara nonton bareng live streaming tausyiah Ustad Bachtiar Nasir dan Ustad Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) langsung dari Bandung. Gerakan SSB spesial hari kemerdekaan akan diadakan serentak di berbagai kota besar di Indonesia.

Peringatan hari kemerdekaan dengan sholat subuh berjamaah kali ini bertujuan untuk menguatkan ukhuwah islamiyah, mempertebal kesyukuran dan memantapkan pembelaan terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Menepis tuduhan-tuduhan miring yang selalu di tujukan kepada umat islam seperti anti Pancasila, anti NKRI, anti ke-Binekhaan, Intoleran dan lain sebagainya. Momen kemerdekaaan adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan jati diri umat islam dan perananya dalam perjuangan merengkuh kemerdekaan. Telah tercatat rapi dalam lembaran sejarah bahwa kemerdekaan Indonesia 72 tahun lalu itu merupakan buah perjuangan Ulama dan Santri di Nusantara.

Kemerdekaan merupakan anugerah besar dari Allah Azza Wa Jalla kepada rakyat Indonesia yang sudah seharusnya dipertahankan. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan merupakan rahmat Allah Yang Maha Kuasa tentunya setelah didahului dengan perjuangan oleh kaum muslimin. Salah satu cara mensyukuri anugerah kemerdekaan yaitu menebarkan dakwah di tengah masyarakat menuju ketaatan kepada Allah. Sebagaimana janji Allah dalam Al-Quran “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…” (Al-A’raf: 96). Jika penduduk negeri ini bertakwa tentu Allah akan menambah keberkahan dan kemakmuran bagi bangsa ini.

Ramadhan Ideal

Ramadhan di Indonesia merupakan Ramadhan yang paling ideal dibanding dengan Ramadhan di belahan bumi lainnya. Sebagaimana yang di lansir oleh islamicfinder.org Indonesia hanya memerlukan waktu rata-rata 13 jam untuk berpuasa. Berbeda hal-nya dengan muslim di Selandia Baru yang tidak sampai 10 jam menahan lapar, dahaga dan nafsu mereka. Namun sungguh waktu yang panjang ketika kota Sastra Dunia, Reykjavik di Islandia yang memerlukan waktu rata-rata 21 jam 57 menit untuk melaksanakan salah satu rukun islam ini.

Sungguh ironis bila muslim terbanyak di dunia saat ini yang berada di Indonesia mengeluh dengan waktu berbuka yang cukup lama. Negara-negara Arab yang kondisi iklim yang relatif panas saja membutuhkan waktu rata-rata 15 jam puasa sehari semalam untuk menjalani perintah Allah di Surah AlBaqarah Ayat 183 bersemangat dengan ibadahnya, mengapa kita yang di daerah tropis yang ideal ini masih saja mengeluh dengan kondisi paling pas sedunia?

Lain waktu lain juga keadaan. Kondisi Indonesia saat ini bisa dikatakan ‘aman’ dari kegiatan yang membuat hati tak tenang. Kajian banyak dilakukan di tempat peribadatan, sekolah dan kampus serta di lingkungan desa dan perkotaan, semua banyak tergelar majelis-majelis ilmu. Masyarakat dapat dengan khusyuk beribadah mulai dari makan sahur hingga adzan maghrib berkumandang.

Coba banyangkan saudara seiman di Rohingya yang harus menjalankan kewajiban ini, dengan rasa was-was oleh kekejaman etnis. Lain pula hal-nya kota tempat kiblat pertama umat muslim di Masjid Al-Aqsa, kota Palestina yang mana saat ini masih dihantui oleh kekejaman dan kebiadaban zionis Israel. Walau dihadapkan pada kondisi siap siaga, namun tekad untuk melaksanakan perintah wajib dari Allah ini sangat disambut baik oleh mereka, bukan dengan berpegang teguh pada hadist dhoif yang menerangkan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah. Adakah mereka (baca:Rohingya dan Palestina) banyak tidur saat menjalankan ibadah shaum?

Tanyakan pada diri kita, apakah kita telah berbuat yang terbaik untuk Ramadhan tahun ini. Pikirkanlah nasib saudara-saudara kita yang rela diusir dari negaranya, renungkan pula semangat beribadah saudara-saudara kita yang dihantui hujan bom dan roket. Tak pantas bagi kita yang berada pada posisi waktu dan kondisi yang paling ideal di dunia untuk berlaku malas dan tidak ber-talabul ilmi. Jadikanlah Ramadhan yang mubarok ini sebagai Ramadhan terbaik bagi kita untuk meraih nilai taqwa disisi Allah SWT.

Bila rasa dan pikiran kembali pada zona malas, marilah kita renungkan dan ambil ibroh dan perjuangan saudara-saudara kita seiman dibelahan bumi sana yang harus berjuang melawan waktu dan keadaan mereka. ~SP

.

AlQuran Mukjizat Rasulullah Saw

AlQuran Mukjizat Rasulullah Saw

AlQuran adalah kalaamullah merupakan AlMu’jiz yakni Mu’jizat yang kekal. Maksud kata kekal dari AlMu’jiz ini tidak seperti mukjizat yang diberikan pada Rasul terdahulu. Mukjizat yang hadir pada Rasul-rasul sebelumnya berakhir seiring wafatnya rasul tersebut. Seperti halnya mukjizat yang turun kepada Nabi Ibrahim, yang dibakar pada bara api, yang kemudian Api tersebut menjadi sejuk karena perintah Allah.

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

“Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!.”

QS.Al Anbiya : [69].

Apakah mukjizat tersebut masih dapat kita peroleh di zaman sekarang?

Kemudian mukjizat yang Allah berikan kepada nabi Musa yang berupa tongkat, masih adakah orang yang dapat melakukannya hanya dengan sebuah tongkat? Jawabannya tentu tidak ada. Kemudian mukjizat yang didapat oleh nabi Isa, juga tidak ada. Nabi Isa yang pernah membuat bentuk burung, kemudian ditiupkan dan bisa terbang dengan izin Allah sekarang tidak ada lagi. Jika pun ditemukan bekas fosil-fosilnya dari tanah untuk membuat bentuk burung itu, sekarang tidak dapat berfungsi lagi dan tidak diberi kekuatan yang luar biasa sebagaimana mukjizat itu turun.

Namun berbeda halnya dengan Nabi Muhammad Saw. dengan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepadanya berupa AlQuran masih berlangsung sampai saat ini, sekalipun Rasulullah Saw. telah wafat, namun AlQuran masih memberikan mukjizat yang luar biasa. Berapa banyak orang yang masuk islam dikarenakan hanya dibacakan satu ayat AlQuran kepadanya? Berapa banyak orang yang masuk islam karena pembuktian keilmiahan dalam ilmu pendidikan yang tidak bertolak belakang dari yang terkandung dalam firman Allah di dalam AlQuran.

Kalamullah hilmu’iz (Kalamullah yang berupa Mukjizat) diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. secara mutawwatir. Adakalah AlQuran disampaikan lewat perantara malaikat Jibril, adakalah pula langsung disampaikan Allah SWT yang dihujamkan pada hati nabi Muhammad Saw.turunnya firman ini secara bertahap selama antara 22-23 tahun. Dan siapapun yang membacanya, ada nilai pahala dan setiap huruf yang dibaca bernilai ibadah.

Salah satu sholihul islam, Ibnu taiyymiyyah mengatakan bahwa, Setiap orang yang melakukan kebaikan dan akan bernilai sebagai amal ibadah ketika memenuhi tiga kriteria, yakni orang yang memproklamirkan diri telah masuk islam (dua kaliamat syahadat), beramal dengan niat yang ikhlas (niat ikhlas dalam membaca Alquran) serta sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Apakah setiap orang yang membaca AlQuran pasti mendapat pahala? Maka kembali lagi pada niatnya. Orang yang membaca AlQuran bisa jadi memperoleh pahala bagi dirinya dan bisa pula menjadi petaka terhadap dirinya. Beroleh pahala ketika ia berniat ikhlas saat membacanya dalam setiap kata yang dibaca. Namun akan bernilai petaka ketika ia membacanya bukan niat karena Allah. ~SP

.

Tasmi Perdana PMAN

Tasmi’ kepada orang lain merupakan salah satu sebab yang menumbuhkan ketekunan untuk senantiasa menghafal. Apalagi jika orang yang mendengarkan hafalan adalah seorang yang hafal dan mencintai Al-Quran, maka ia akan senantiasa memberi semangat apabila sedang merasa malas dan menguatkan kita ketika sedang lemah dengan izin Allah.

Ahad, 14 Rajab (3/5) Pondok Mahasiswa Al-Madinah (PMAN) menggelar Tasmi’ pertama sebagai kegiatan rutin pondok di Masjid Al-Hidayah Purwosari. Tasmi’ yang dimulai bada shubuh tepatnya pukul 05.30 ini diawali dengan Mas’ud Ibnu Abidin, mahasiswa Taman Siswa yang sekaligus mahasantri PMAN menyetor hafalannya. Bertindak sebagai asisten Mas’ud, Said mengecek kesalahan dan alarm ketika Mas’ud melakukan kesalahan dalam hafalan.

Dimulai dari surah ke tujuh puluh delapan, An-Naba hingga surah terakhir An-Naas menjadi surah yang wajib disetorkan pada pekan ini. Hal itu bukanlah tantangan berarti bagi Mas’ud. Walau diberi barokah sakit oleh Allah SWT. dengan kondisi yang kurang fit, Mas’ud hanya dapat menyetorkan beberapa surah saja.

Melalui majelis tasmi’ ini, Mahasantri PMAN diharapkan mendapatkan faidah memahami dan belajar seputar ilmu-ilmu Al-Quran seperti hukum-hukum tajwid, makna kata-kata Al-Quran, atau belajar adab dan akhlak dari ustaz dan pengajar. Tidak diragukan lagi bahwa orang yang mengambil adab tata krama dari Al-Quran, ia akan seperti orang yang diajari adab tata krama oleh al-Quran yang mulia.

Hal itulah yang disampaikan Ustaz Beni sebagai salah satu penguji pada Mahasantri, agar nilai yang terkandung dari AlQuran itu sendiri tersampaikan pada oang yang mendengar. Makhorijul Huruf menjadi Pekerjaan Rumah bagi Mas’ud, karena hal itu akan mengubah arti dari kandungan AlQuran.

~SP

.

Suasana Pondok

Berrikut ini gambar suasana pondok mahasiswa al-madinah nusantara

.

Siapkan Diri Menghadapi Perang Pemikiran Dikanca Perguruan Tinggi.

Bismillahir-rohmanir-rohim
Alhamdulillahirobbil-alamin, washolatuwassalamu ala Rasulullah waala alihi waashabihi ajmain.
Alhamdulillah, marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah Ta’ala karena pada kesempatan yang berbahagia ini kami sebagai penulis masih diberi umur serta kesempatan untuk bisa menulis artikel ini serta para pembaca yang Allah Ta’ala masih memberi waktu serta kekuatan untuk bisa membaca artikel ini. Salawat serta salam senantiasa kita limpahkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pada kesempatan kali ini kami akan sedikit membahas mengenai perang pemikiran di lingkungan perguruan tinggi. Perguruan tinggi merupakan sebuah wadah dalam mengkader generasi penerus bangsa. Perguran tinggi dituntut harusnya bisa membina serta mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa sebelum terjun langsung ke masyarakat. Output dari perguruan tinggi diharapkan bisa menjadi Agen of Change bukan hanya sekedar masuk dan bergabung dalam masyarakat. Namun sungguh sangat miris jika saat ini banyak yang kita dapati orang-orang yang memiliki banyak gelar tapi malah kesandung dengan berbagai kasus dalam masyarakat. Inilah salah satu indeks berkurangnya peran perguruan tinggi dalam membentuk karakter kader bangsa.

Namun dalam tulisan ini, kami tidak akan membahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.Yang pokok dalam tulisan ini yakni bagaimana persiapan kita dalam melawan berbagai perang-perang pemikiran yang banyak terjadi di lingkungan perguruan tinggi sekarang ini. Ana punya cerita dari beberapa ikhwan di antaranya: saat beliau sedang dalam proses belajar dosennya mengeluarkan sebuah pernyataan yang membuat beliau sampai ragu. Pernyataan tersebut berisi “tidak ada sesuatu yang mutlak benar”,”kenyataan itu tergantung pada prespektif anda”dan “marilah kita menaati aturan Tuhan masing-masing sesuai keyakinan masing-masing”. Kalau kita coba dalami pernyataan dosen tersebut kita akan dapati kesalahan serta bahaya yang dapat diakibatkan dengan pernyataan dosen tersebut. Terus ini cerita dari ana sendiri, secara berturut-turut dua hari ana mendengar perkataan dua orang dosen yang bisa membuat seseorang tersesat. Pernyataan pertama kurang lebih seperti ini “Syiah dan Sunni itu sama saja. Syahadatnya sama yang berbeda hanya penentuan imannya” sungguh sangat miris yah, orang yang tidak mengilmui sesuatu melontarkan kata-kata yang sejatinya tidak mereka ketahui hakikatnya. Pernyataan yang sangat bahaya bagi ummat islam yang belum terlalu mengenal ajaran tersebut dan anehnya lagi hal tersebut terjadi di Instansi pendidikan. Hari kedua ana dapat pernyataan dosen yang +/- mengatakan bahwa “pada hakikatnya semua agama itu sama”. Sebuah penyataan singkat namun bahaya dari pernyataan tersebut sangatlah besar. Padahal syariat agama kita tidak pernah mengajarkan hal tersebut. Bahkan mengingkari semua agama selain agama Islam.

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ [٣:١٩]

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah islam. Tiada selisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”(Q.S Ali Imraan:19)

Ini mungkin sekelumit cerita yang pernah terjadi dan mungkin masih banyak lagi pernyataan-pernyataan seseorang yang sangat berbahaya bagi ummat ini. Sungguh sangat celaka orang yang mengatakan sesuatu yang ia tidak ketahui ilmunya. Coba antum pikir, orang hukum yang belum jelas keilmuannya tentang agama mengatakan sesuatu berkaitan dengan agama, apakah anda akan percaya begitu saja padahal bidang keilmuannya itu sangat berbeda? Berbeda halnya jika antum tanya persoalan agama kepada ustadz-ustadz yang terpercaya yan mereka betul-betul mendalami ilmu agama ini.

Intinya sekarang senjata kita hanya ada dua. Berdoa kepada Allah memohon perlindungannya dan dengan belajar ilmu agama ini dengan benar. Dan yakinlah bahwa semua itu adalah ujian dan tantangan bagi kita semua. Bagaimana membentengi diri kita dan berusaha untuk melindungi saudara-saudara kita dari orang-orang prular, liberal, sekuler dll yang notabanknya hanya ingin menyesatkan kita.

Allah ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam keseluruhan (kaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”(Q.S Al-Baqaroh:208)

Syaitan dalam ayat ini bukan hanya syaitan sebagaimana yang kita kenal namun syaitan itu bisa dari golongan jin dan manusia. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala dalam surah An-Nas ayat 4-6:

“dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Membisikkan (kejahatan) kedalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia”
Maka sekali lagi senjata kita hanyalah ilmu agama. Sebab ingatlah syaitan tidaklah akan pernah berhenti untuk mendorong manusia agar tersesat sampai hari kiamat kelak.

Mungkin itu yang dapat kami paparkan. Semoga bermanfaat dan dapat dibagikan kepada saudara kita yang lain.

. Washallallahu ala Muhammad. Walhamdulillahi robbil alamin

Wallahu a’lam.

sumber gambar : http://islamisasi.com/awas-bahaya-perang-pemikiran-ghazwul-fikri/

created by :

Muhammad Arfan

Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan UNY 2013

email : arfanraditya@gmail.com

.

Fenomena Kesyirikan di Negri Tercinta

Allah Subhanahu wa ta’alamenciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya. Oleh karena itu, Allah menurunkan Al-Qur’an sebagai bentuk petunjuk dalam beribadah kepadaNya.

Segala bentuk ibadah yang Allah perintahkan sudah termaktub dalam Al-Qur’an maupun Al-Hadits seluruhnya.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam”(Q.S. Al-An’am 162)

Demikianlah Allah menjelaskan hakikat ibadah. Ibadah yang dilakukan hendaknya ditujukan hanya kepada Allah semata. Dan barangsiapa yang memalingkan ibadah kepada selain Allah, maka ia telah berbuat kesyirikan.

Kesyirikan adalah kedzaliman yang besar dan dapat mengeluarkan pelakunya dari islam. Diantara pembatal-pembatal keislaman yang disebutkan para ulama pertamakali dalam buku-buku mereka adalah kesyirikan.

Imam Adz-dzahabi pun dalam kitabnya “Al-Kabair” menyebutkan kesyirikan dalam urutan pertama dosa-dosa besar. Maka dari itu, tidak adadosa yang paling besar selain syirik kepada Allah Azza wa Jalla.
Kesyirikan memiliki beragam bentuk. Diantara bentuk kesyirikan, terkhusus di negri iniadalah apa yang sering disebut “sesajen” kepada makhluk yang dianggap menguasai wilayah tertentu. Contohnya Nyilorokidul yang menguasai laut selatan, Gunduruwo yang menguasai pohon tertentu. Mereka memberikan sesajen kepada makhluk tersebut dalam rangka terhindar dari marabahaya/kutukan darinya.

Padahal Allah menyebutkan dalam Al-Qur’an bahwasannya hanya Allah lah yang dapat memberi manfa’at dan mudharat. Sudah tentu ini adalah kategori perbuatan syirik. Maka apakah kita pantas berbuat syirik, padahal Allah lah yang telah menciptakan, memberi rizki, memudahkan segala urusan kita?. Inilah hebatnya tipu daya syaitan dalam menyesatkan manusia.

Diantara bentuk kesyirikan di negri ini adalah “pesugihan” yang dilakukan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan kekayaan atau mempertahankanya. Bentuk kesyirikan ini bisa timbul karena kurangnya iman kepada Allah Ar-Razzaq, dan kurangnya tawakkal kepadaNya. Padahal kita tidak perlu khawatir dengan rizqi, karena sesungguhnya Allah lah yang memiliki bumi ini dan segala isinya, Ia lah yang Maha Kaya.

Fenomena kesyirikan selanjutnya adalah berlebih-lebihan terhadap orang-orang shalih. Sehingga banyak diantara kita yang ramai-ramai memakmurkan kuburan orang-orang yang dianggap “wali”. Padahal memakmurkan masjid itu lebih wajib bagi kita. Lagi pulagelar wali hanya Allah yang tahu. Allah menjelasakan bahwa hanya hamba-hambaNya yang beriman dan bertakwalah yang berhak disebut wali.

Apakah kita tahu kadar keimanan dan ketakwaan seseorang?. Tidak ada yang tahu kecuali Allah subhaanahu wa ta’ala. Seandainya pun benar mereka adalah wali, maka Rasulullah pun melarang menjadikan kuburan-kuburan menjadi masjid.

Sesungguhnya hidayah itu sangatlah mahal, tidak ada yang Allah beri hidayah kecuali hamba-hambaNya yang terpilih. Betapa banyak orang yang telah sekian tahun dalam kesesatan, namun meninggal dalam keadaan bertaubat. Betapa banyak pula orang yang telah sekian tahun dalam ketaatan, namun meninggal dalam keadaan bermaksiat.

Tugas kita hanyalah selalu memohon taufiq dan hidayah dari Allah subhaanahu wa ta’alas serta ikhlas dan ittibaa’ dalam melakukan ketaatan kepadaNya. Mudah-mudahan kita termasuk hamba-hambanya yang diberi hidayah.

created by :

Jatmiko

Mahasiswa Teknik Mesin UGM

.

Steelers Jerseys – For The Steelers Fans

However we canrrrt afford to forget that many particular football team the particular lot of several types of exercise machines. She arrived around 1 a.m. after drinking with friends experiencing and enjoying the concert. Team batting, varying barkley matt jersey authentic weather conditions and if the game is played, all take second seat to pitching.

If i were local I’d return houston carson deandre elite jersey to their office but there is little beckoning me michael garteig limited jersey back at the time. The Chief’s look to an all.500 team at best with the alternative of dropping royal eddie jersey authentic to the six win range having a major problems Trent Green, Larry Johnson, Tony Gonzalez, or the offensive product line. All that, They have extremely best looking christopher tanev jersey cheap jerseys and I like their team name should be left to folks who are not aware of what they’re doing. MLB Extra Innings will impress anyone with regards to of

vancouver canucks jersey china

sheer volume, but there end up being the fewer games percentage-wise overall than the football offer deal.

Chris McAlister’s historic play: Considered a

minnesota wild jersey authentic

long play in nfl history, McAlister’s 107-yard return of a missed field goal was electric. Night games suit some teams better that day games. This season, the Eagles dealth with the LB position besides your hemorrhoids . everyone healthy, this LB corps is actually going to a force to be reckoned from. One great idea to help break the ice near a bachelorette party is to create a group story.

How can Nino Niederreiter jersey the Steinbrenner men guarantee this kind of cash to only three players, on a 40 man mlb roster, with multi-year contracts, when nearly any kind of industry found has bottomed out? Remember, if you planning a bachelorette party you are usually planning a fun event, not chicago bears jersey wholesale one that tend to be measured because when much money you allocated to o donnell pat jersey cheap it. There are also videos and CDs it is rent nino niederreiter elite jersey that includes sports bloopers from past years. Houston Texans (4-5) (Previous rank: 24): Houston is hanging in christopher tanev jersey cheap there with all their might.

Perry plays when using the Lakeland Tigers of the Advanced-A Florida State Category. Harbor, marco scandella elite jersey might avoid seeing the field too daniel sedin a elite jersey often since Celek is the go to guy, but Harbor will be able to contribute on special teams and some white kevin jersey wholesale double TE sets and blocking jobs. Ubaldo Jimenez got start off for trinidad today a World Baseball Classic. Check out division rivals or games like Northeastern vs.

Voting Begins For Ontario Reign Jersey Design
Use Afl Merchandise With Regards To Your Football Party
Новый шеф-повар

Sejarah Pendakwahan Islam di Jawa

Mungkin saya akan berbicara diluar tema yaitu “satu suro”  tetapi saya akan masih berbicara tentang tradisi yang berada di jawa yang bernama “sekaten”. Mungkin kita sudah tahu tentang apa itu sekaten dan segala yang meliputinya. Akan tetapi pernahkah kita menengok kebelakang, sebab asal-usulnya sekaten itu sendiri. Mungkin sebagian orang sudah mengerti dan sangat paham tentang hal ini, dan saya adalah orang yang kesekian kalinya untuk menulis sekaten.

Sekaten, banyak sekali orang mentafsirakan kata ini dari mulai Bahasa Arab sampai Bahasa Jawa. Ada yang mengatakan bahwa sekaten berasal dari kata Syahadatain, maksudnya adalah meyakini 2 kebenaran. Yang pertama menTauhidkan atau meng-Esa-kan Allah SWT dan kedua adalah membenarkan bahwa Nabi Muhammad Saw adalah hamba dan utusannya.  Pendapat lain mengatkan berasal dari bahasa arab yakni, kata Sakhatain yang berarti “dermawan,  suka menanamkan budi pekerti luhur dan menghambakan Allah SWT ”. Pendapat lain juga mengungkapkan bahwa sekaten berasal dari bahasa jawa yaitu sekati yang artinya dua perngkat gamelan kraton yang dibunyikan sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Adapun yang lain mengatkan sekati artinya satu kati (berat ukuran pencu gong).

Terlepas dari etimologi itu semua sekaten adalah sebuah upacara atau ritual yang dibalur   agama Islam. Dan sekaten itu sendiri merupakan sebuah media untuk mendakwahkan Islam di Jawa.

Pada mulanya sekaten pertama kali dilakaukan pada tahun 907 H(1425 Saka/ 1503 miladiah) di Kerajaan Demak Bintara. Sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Saw dan juga penobatan Raden Patah menjadi Sultan Demak. Dengan gelar Senopati Jimbun Abdurrahman Panembahan Palembang Sayyidina Panatagama.

Didalam proses sekaten ada penabuhan gamelan dan untuk pertama kalinya gamelan dibuat oleh Raden Patah atau Syah Alam Akbar I, lalu diboyong ke Kesultanan Cirebon sebagai hadiah karena anaknya yang  bernama Raden Ayu Wulan dipersunting oleh Panembahan Cirebon. Pendapat lain mengatakan bahwa diboyongnya Gamelan Sekaten pada saat kekuasaan terakhir Kerajaan Demak yaitu Raden Trenggana.

Setelah Raden Trenggana wafat, tahta kerajaan pindah ke Kota Pajang, dan Jaka Tingkir sebagai menantu Raden Trenggana membuat kerajaan baru dan bergelar Sultan Hadiwijaya. Dalam periode ini tidak diketahui apakah sekaten masih dilakukan atau tidak karena tidak ada bukti yang memadai.

Pada masa Mataram diawali dengan perebutan kekuasaan dari Sultan Hadiwijaya di Pajang oleh Sutawijaya tahun 1586, maka kadipaten Mataram berubah menjadi kerajaan. Akan tetapi perubahan status dari kadipaten menjadi kerajaan tidak diikiuti dengan symbol-simbol kerajaan contohnya adalah gelar sang raja yang hanya bergelar Panembahan Senopati. Dan masa ini juga tidak menunjukkan adanya Upacara Sekaten.

Panembahan Senopati berganti dengan Panembahan Seda Krapyak di masa ini Upacara sekaten tidak ada karena yang ditonjolkan masa ini adalah perebutan-perebutan wilayah dengan cara militer maupun perundingan.

Setelah Panembahan Seda Krapyak digantikan oleh Raden Mas Rangsang, di masa R.M. Rangsang beliau mulai menggunakan symbol-simbol yang melegitimasi bahwa dia seorang raja. Yang pertama dilakukan adalah menggunakan gelar Agung, maka gelar sang raja sekarang adalah Panembahan Agung. Tidak puas dengan gelar Panembahan Agung maka setelah menaklukan Madura tahun 1625, beliau menambahkan gelar menjadi Sunan atau Susuhan agar lebih berwibawa. Setelah melihat raja Banten menggunkan embel-embel sultan, maka R.M. Rangsang menginginkan gelar itu. Sejak tahun 1641 perubahan gelar terjadi yakni dari Panembahan Agung menjadi Sultan Agung.

Pada masa Sultan Agung Rangsang menjadi raja maka Upacara Sekaten diadakan kembali tetapi dengan sebuah pembaharuan-pembahruan. Untuk menggatikan Gamelan yang dibuat pada Raden Patah maka beliau membuat Gamelan baru dengan nama Kyai Guntur Madu dan Kyai Guntur Sari. Pemabaharuan yang dilakukan sang raja adalah memanjang waktu Upacara Sekaten dulunya hanya 12 Rabiul Awal sekarang dari tanggal 5 Rabiul Awal sampai 12 Rabiul Awal. Untuk tumpeng pun mengalami perubahan yaitu yang dahulunya sederhana menjadi tumpeng yang besar –wah beud- dan bahkan bukan lagi bernama tumpeng tetapi gunungan.

Itu adalah sekilas cerita yang bisa sampaikan dan memang banyak sekali kekurangan dan banyak sekali anakkronisme serta cara penulisan yang amburadul. Mohon koreksinya.

Created by:

Mubarok

Mahasiswa Ilmu Sejarah UGM

email: mubarokachmad18@yahoo.com

.

Hak Seorang Muslim Terhadap Sesama Muslim

Hadits tentang Akhlak dan Adab

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ia berkata:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Hak seorang muslim terhadap sesama muslim itu ada enam :
jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam,
jika ia mengundangmu maka penuhilah undangannya,
jika ia meminta nasihat kepadamu maka berilah ia nasihat,
jika ia bersin dan mengucapkan : ‘Alhamdulillah’ maka do’akanlah ia dengan ‘Yarhamukallah’,
jika ia sakit maka jenguklah,
jika ia meninggal dunia maka iringilah jenazahnya.”
(HR. Muslim)

Penjelasan:

@ (tidak dibatasi 6,jumlahnya bisa 8,10 dst.hadits-hadits ini menjelaskan pokok-pokok ke-enam hal tersebut)

ucapan salam diantaranya sebagai do’a dan kalimat yang menyatukkan kaum muslim

@ jika kita meneliti tentang memberi/mengucapkan salam jika digabungkan dengan hadits lain maka mengucapkan salam sangat dianjurkan,menjawab salam wajib dan yang paling bagus yang memulai salam.

hadits tentang urutan-urutan yang lebih afdhal.

1.”Sepantasnya orang yang kecil (lebih muda) mengucapkan salam kepada yang besar (lebih tua), yang berjalan kaki kepada yang duduk, dan yang sedikit kepada yang banyak, yang berkendaraan kepada yang berjalan kaki.” (HR Muttafaq ‘Alaih dan HR Muslim)

2.”Apabila ada sekelompok (beberapa) orang yang lewat, maka cukuplah salah seorang saja di antara mereka yang mengucapkan salam dan dianggap mencukupi dari satu jamaah jika salah seorang di antara mereka yang menjawab salam itu.” (HR Ahmad dan Baihaqi)

@ maka yang di undang harus memenuhi undangannya (ketika berhalangan hadir,kita pamit-minta izin)
terkecuali, udzur seperti : sakit, safar, acara yang bersamaan-sudah terlanjur berjanji memenuhi undangan ke yang lain-tempat dan tidak mungkin digabungkan antar undangan, waktu-rentang jarak yang berjauhan.

ada perbedaan menghadiri undangan misal resepsi pernikahan dengan menjenguk orang sakit.
kalau menjenguk orang sakit-kita bisa mengajak-ajak teman namun kalau undangan-kalau sama2 di undang bisa datang bersama tapi misal tidak diundang-maka tidak dibenarkan bagi yang diundang mengajak temannya yang tidak diundang.karena semisal  konsumsi yang tadinya sekian bisa jadi tidak cukup seandainya ada yang tidak diundang menghadiri.

@ meminta saran maka berilah saran,namun jika tidak tahu,katakan saja maaf saya tidak tahu

@ bener2 mendengar orang yang bersin kemudian memuji Allah

@ cukup dia sakit tanpa perlu dia mengumumkan/mengundang namun cukup katanya,itu sudah cukup.

Dari Nu’man bin Basyir RA berkata “Rasulullah SAW bersabda : “Perumpamaan kaum muslimin dalam mencintai,berkasih sayang dan berlemah lembut bagaikan satu jasad yang apabila salah satu anggota badannya merasa sakit maka sekujur tubuhpun ikut merintih juga ditambah dengan bergadang dan demam”. (HR.MUSLIM)

secara sederhana jika kepala kita gatal secara otomatis tangan kita yang menggaruk,ketika kaki kita sakit/pegal secara otomatis tangan kita yang akan memegangnya,memijatnya.

jadi tidak perlu adanya undangan,diperlukan kepekaan.

@ jika memang jenazahnya seorang muslim, walau pelaksanaannya belum sesuai pelaksanaan jenazah,kita harus tetap mengiringinya. lebih baik disegerakan penguburannya tanpa menunggu.

kisah shahabiyah ummu mahjan.

Begitulah fungsi masjid pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, demikian pulalah yang terjadi pada zaman khulafa‘ur rasyidin dan begitu pula seharusnya peranan masjid hari ini hingga tegaknya hari kiamat.

Untuk itulah Ummu Mahjan Radhiyallahu ‘anha tidak kendor semangatnya, sebab pekerjaan itu merupakan target yang dapat beliau kerjakan. Beliau tidak pernah meremehkan pentingnya membersihkan kotoran untuk membuat suasana yang nyaman bagi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau dalam bermusyawarah yang senantiasa mereka kerjakan secara rutin.

Ummu Mahjan Radhiyallahu ‘anha terus menerus menekuni pekerjaan tersebut hingga beliau wafat pada zaman Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika ia wafat, para shahabat Ridhwanullahi ‘Alaihim membawa jenazahnya setelah malam menjelang dan mereka mendapati Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam masih tertidur. Mereka pun tidak ingin membangunkan beliau, sehingga mereka langsung menshalatkan dan menguburkannya di Baqi‘ul Gharqad.

Pagi harinya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam merasa kehilangan wanita itu, kemudian beliau tanyakan kepada para sahabat, mereka menjawab, “Beliau telah dikubur wahai Rasulullah, kami telah mendatangi anda dan kami dapatkan anda masih dalam keadaan tidur sehingga kami tidak ingin membangunkan anda.” Maka beliau bersabda, “Marilah kita pergi!” Lantas bersama para shahabat, Rasulullah pergi menuju kubur Ummu Mahjan. Maka Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, sementara para sahabat berdiri bershaf-shaf di belakang beliau, lantas Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menshalatkannya dan bertakbir empat kali [lihat al-Ishabah dalam Tamyizish Shahabah (VIII/187)]

Sebuah riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang wanita yang berkulit hitam yang biasanya membersihkan masjid, suatu ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam merasa kehilangan dia, lantas beliau bertanya tentangnya. Mereka telah berkata, “Dia telah wafat.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mengapa kalian tidak memberitahukan hal itu kepadaku?” Abu Hurairah berkata, “Seolah-olah mereka menganggap bahwa kematian Ummu Mahjan itu adalah hal yang sepele.” Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tunjukkan kepadaku di mana kuburnya!” Maka mereka menunjukkan kuburnya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau menyalatkannya, lalu bersabda:

“Sesungguhnya kubur ini terisi dengan kegelapan atas penghuninya dan Allah meneranginya bagi mereka karena aku telah menyalatkannya.” [Lihat al-Ishabah(VIII/187), al-Muwatha’ (I/227), an-Nasa’i (I/9) hadits tersebut mursal, akan tetapi maknanya sesuai dengan hadits yang setelahnya yang bersambung dengan riwayat al-Bukhari dan Muslim.]

1 Qirath dan 2 Qirath.

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945)

Sumber :
Terinspirasi, kajian di Geografi oleh Ust. Ridwan hamidi, L.c. at mushala geografi – 5 Desember 2012

Created by:

Oky Suryana

Mahasiswa Statistika UGM 2010,

email:suryanaokyuugm@gmail.com

.