Author - bramantya

Pembagian Buku Gratis

Pembagian Buku Gratis | 1 Maret 2013

buku sirah

sampul buku

bagi buku

alhamdulillah…semoga bermanfaat

Alhamdulillah, pada tanggal 1 Maret 2013 telah dibagikan secara gratis kepada seluruh mahasantri Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN) sebuah buku yang sarat manfaat, yaitu Buku Terjemahan Siroh Nabawiyah, karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri berjudul “Ar-Rahiq Al-Makhtum”. Edisi terjemahan buku tsb berjudul “Perjalanan Hidup Rasul yang Agung, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir”.

Buku tersebut sangat bermanfaat karena memuat perjalanan dan kisah hidup Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dari masa menjelang kelahiran beliau hingga wafatnya. Buku tersebut menjadi special karena merupakan karya tulis sekaligus karya ilmiah yang telah memenangkan lomba penulisan sejarah Nabi yang diselenggarakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islami (yaitu organisasi Islam internasional yang beranggotakan Ulama-Ulama se-dunia), dan telah dicetak dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Buku ini ditulis oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, seorang Ulama sekaligus Ilmuwan dari Jami’ah (universitas) Salafiyah di India. Buku yang dibagikan kali ini adalah edisi hadiah (tidak diperjual belikan) yang diterbitkan oleh Kantor Atase Agama Kerajaan Saudi Arabia Jakarta bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia, sehingga PMAN hanya mengganti biaya cetaknya saja.

Acara pembagian buku itu menjadi lebih fantastis dan bermanfaat karena dibarengi dengan pemberian motivasi dan taushiyah oleh Ust. Abu Ayyub, S.Pd.I. hafidzhahullah berkaitan dengan pelajaran dan hikmah yang bisa diambil dari kisah hidup manusia agung, Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Semoga mahasantri dan kita semua bisa meniti jejak jalan kehidupan junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, amin..

Read more...

Dauroh Bahasa Arab

Dauroh Bahasa Arab | 11-17 Februari 2013

suasana asrama

suasana asrama: lokasi dauroh bahasa arab

Salah satu target output (dari 9 target output) Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara adalah “menguasai bahasa arab pasif”. Oleh karena itu, untuk mewujudkan target tersebut pada tanggal 11-17 Februari 2013 di asrama PMAN diadakan Dauroh Bahasa Arab dengan materi utama berupa buku/kitab Muyasar. Dauroh yang diampu oleh Ust. Arif hafidzhahullah, seorang alumni Ma’had Aly serta mahasiswa tingkat akhir program S1 Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Alhamdulillah Dauroh tersebut dapat berjalan dengan lancar, serta berhasil menyelesaikan materi kitab Muyasar secara keseluruhan. Kini sebagian besar mahasantri sudah memiliki dasar-dasar ilmu nahwu dalam bahasa arab, walupun masih sangat minim. Kegiatan Dauroh Bahasa Arab itu akan diikuti (follow up) dengan latihan membaca kitab arab gundul yang diampu oleh Musyrif (mentor) PMAN. Semoga dalam jangka waktu 2 tahun ini, mahasantri bisa mencapai salah satu target output PMAN yaitu “menguasai bahasa arab pasif”, insyaAllah, semoga Allah memudahkan dan meridhoi usaha kita bersama, amin.

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 tsb: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah), dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi.” (Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir surat Yusuf).

.

Read more...

Rihlah di Pantai Goa Cemara

Liputan event kali ini diambilkan dari karya tulis salah satu mahasantri kami, semoga bisa menggambarkan sesuatu yang memenuhi relung kalbu mereka saat belajar Islam bersama PMAN, dan ada pesan yang sampai kepada pembaca sekalian

rihlah 1

Suasana Rihlah: “pertahankan bentengmu”, sebuah permainan seru saling merebut dan mempertahankan benteng masing-masing, penuh dengan siasat, intrik, strategi dan kekuatan.

rihlah 2

Suasa Rihlah: makanan sudah siap, mari kita santap dengan bismillah…

Coretan kisah Al-Madinah

Rihlah di Pantai Goa Cemara

Sabtu 9 Februari 2013. Ketika matahari masih tersipu malu menerbitkan cahayanya, kami mahasantri pondok mahasiswa al-madinah nusantara melaksanakan sholat subuh berjamaah seperti hari biasa lalu mempersiapkan diri untuk ber rihlah di Pantai goa cemara yang bertempat di kabupaten Bantul,Yogyakarta. Acara tersebut sudah kami persiapkan dan rencanakan  sebulan yang lalu sebelum ujian semester digelar. Dalam acara itu, kami merencanakn acara kecil-kecilan yakni masak bersama, out bond dan bersenang-senang melepas kepenatan pasca ujian semester, selain itu juga bertujuan untuk mentadabburi alam dan menikmati megahnya kekuasaan Alloh subhanahu wata’ala.

Fajarpun mulai terbit dan kami mulai bergegas berangkat, mas yoga sudah siap dengan motor vespa tua kebanggaannya, mas ogi sudah ready dengan peralatan masak dan bahan-bahannya, sedangkan aku masih linglung memikirkan kemana STNKku berada..? ternyata eh ternyata, mas firyan yang membawanya. Dengan berbekalkan buah rambutan dari halaman pak achmadi yang kami petik kemarin sore dan bahan-bahan makanan yang kami persiapkan, kami berangkat dengan semangat. Mulai dari jalan Kalimantan sampai jalan Godean, kami lalui dengan kecepatan maksimal, kendaraan yang lalu lalang seakan-akan mengiringi perjalanan kami. Tak terasa kota demi kota telah kami lewati dan pantai goa cemara sudah menanti. Ketika hampir sampai di tempat tujuan, kami disambut dengan marcusuar tua yang tinggi menjulang dan seolah-olah mengucapkan salam ahlan wa sahlan kepada kami.

Setelah tiba di tempat tujuan kami dibuat takjub akan keindahan ciptaan Alloh Subhanahu wata’ala. Cemara yang berbaris rapi terbentang seluas mata memandang, gelombang ombak besar yang menggulung-gulung menyapu benda-benda ringan yang ada di pesisir pantai. Subhanalloh . . . .Maha suci Alloh yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya yang indah dan tak ada tandingannya. Akan tetapi sayang seribu sayang, manusialah yang menjadi tersangka utama perusak sebagian keindahan pantai dengan membuang sampah sembarangan. Dari hal itu aku malu dan bertanya dalam hati, “Apakah masih pantas manusia menjadi kalifah bumi yang seharusnya menjaga dan melestarikan bumi seisinya ini?” Entahlaah , , Wallohu a’lamu bissowab. Seusai istirahat dan menikmati pemandangan, datanglah sesosok laki-laki berperawakan sedang yang membawa bola, mas tulus namanya. Tanpa berfikir panjang kami segera membentuk dua tim dan bermain bola di atas pantai pasir berkemiringan 300, Kami berlari naik turun mengejar bola dan bermain seolah-olah sebagai bintang lapangan yang memperebutkan piala champion.

Rasa letih mulai menghampiri, kamipun menyudahi permainan dan meregangkan tubuh untuk beristirahat dan menghela nafas untuk menghirup oksigen yang ada di udara sekitar. Diwaktu istirahat tiba-tiba terdengar suara lantang , “ Ayo berbaris “ teriak mas alfan mengundang , kami segera menghampirinya. “Skarang kita bermain perang benteng dan semua teman-teman di bagi menjadi 3 tim, nantinya masing-masing tim membuat satu benteng dan saling memperebutkan simbol benteng antar tim, barang siapa yang berhasil menembus benteng lawan dan mengambil simbol benteng, maka tim itulah yang menang … Semua mengerti ?“. Dengan kompak kami menjawab “Mengerti“. Permainan berlangsung sangat sengit , penuh dengan intrik, strategi dan kekompakan juga di uji. kami bermain layaknya pasukan perang yang berusaha mati-matian mempertahankan kejayaan kerajaan. Dan akhirnya permainan dimenangkan oleh tim 1 karena menggunakan strategi yang apik dan terencana, meskipun kelompokku kalah tapi tak apalah, yang penting kami menikmati dan sama-sama senang.

Tak terasa hari sudah pagi menjelang siang , perut kami semua mulai bergemuruh karena belum ada makanan yang mengganjal . Kami bergegas mempersiapkan santap siang. Sekitar 20 ikan mujair segar yang kami bawa sudah siap untuk di bakar, mas ogi dan mas anas sibuk meracik rempah-rempah sebagai bumbu masakan. Dengan telaten kami bakar ikan bersama-sama dan diselingi dengan canda tawa sambil menikmati sejuknya udara pantai yang masih asri belum tercemar polusi. Seiring dengan naiknya matahari pertanda siang, masakanpun telah siap untuk di hidangkan dan kami bergegas menuju ke bawah pohon cemara yang tertata rapi membentuk goa yang rindang dan sejuk. ikan mujair yang tadi kami bakar disajikan bersama sambal tomat dan lalapan yang ditata rapi dan menggugah selera kami untuk segera menyantapnya. Setelah semuanya siap, tak menunggu lama lagi kamipun menyantap hidangan itu bersama-sama dengan lahapnya, kehangatan dan keeratan persaudaraan sangat terasa pada momen itu seakan tak ada tembok yang menghalangi ukhuwah kami semua.  Itulah tujuan kami yang utama. Acara yang sukses tak harus menghamburkan banyak materi dan berfoya-foya tetapi acara yang menuai manfaat yang besar dan kaya akan makna meskipun sederhana. Waktu dzuhurpun tiba dan kami segera menunaikan sholat berjamaah dan kembali pulang ke base camp Al-Madinah dengan senang dan gembira. ( M.R Ali Fikri ).

Read more...

Pembagian laporan hasil belajar dan penutupan Semester

Pembagian laporan hasil belajar dan penutupan Semester | 19 Januari 2013

rapot pman2012

contoh dokumen laporan hasil belajar mahasantri berupa sertifikat, “sst…dibalik lembaran itu tercantum nilai hasil belajarnya lho…”

rapor prestasi

salah satu mahasantri berprestasi semester ini 😀

Tak terasa, satu semester sudah berlalu bagi kegiatan belajar dan mengajar di Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN). Kini tibalah saatnya pembagian laporan hasil belajar dan penutupan Semester 1 2012/2013. Acara tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 19 Januari 2013 bertempat di asrama PMAN yang hadiri oleh sekitar separoh mahasantri yang ada, sebab beberapa mahasantri sudah terlebih dahulu pulang kampung untuk liburan. Penyerahan dokumen laporan hasil belajar tersebut dilakukan sendiri oleh Direktur PMAN. Adapun bagi mahasantri berprestasi (dengan kriteria kategori keaktifan, hafalan dan nilai ujian semester) akan diberikan hadiah yang pembagiannya dilaksanakan saat Rihlah.

Dokumen hasil belajar mahasantri itu diwujudkan dalam sebuah sertifikat yang ditandatangi oleh Direktur PMAN. Bentuk sertifikat atau piagam diharapkan dapat memperbesar manfaat daripada dokumen tersebut, diantaranya dapat menjadi pelengkap Daftar Riwayat Hidup (CV) mahasantri yang berguna bagi kehidupannya dimasa mendatang, insyaAllah.

Secara umum hasil belajar Semester 1 ini masih kurang memuaskan, hal itu didasari pada data kehadiran (presensi) mahasantri di setiap kegiatan belajar dan mengajar yang minim. Kenyataan itu menjadi evaluasi penting bagi pengurus untuk melakukan perbaikan kurikulum dan metode belajar serta ragam kegiatan ekstra pada semester berikutnya. Semoga pada semester berikutnya, keaktifan mahasantri dapat meningkat sehingga mendekatkan tercapainya 9 output PMAN yang diharapkan..

Read more...

BERISLAM MULAI DARI MANA?

Alhamdulillah, Islam kini telah menyebar di segala penjuru dunia. Seruan untuk menegakkan sholat selalu berkumandang di masjid mana pun di belahan dunia ini. Perintah untuk berinfaq disampaikan di setiap pengajian. Kewajiban berbakti pada orang tua selalu disampaikan di TPA-TPA.  Perintah ini-itu tersebar di mana-mana.

Namun, bisa jadi malah ada seseorang yang baru melangkah ke jalan Islam akan bingung melihat begitu banyaknya, lengkapnya, dan sempurnanya ajaran Islam. Ia tidak tahu mana yang harus ia lakukan lebih dulu. Naik hajikah ? Atau membayar zakat maal yang belum ia bayar dulu ? Atau mewakafkan tanah untuk masjid ? Mungkin sekali ia bertanya, ” Saya bingung dengan banyaknya perintah dalam Islam. Apa yang harus saya lakukan pertama kali untuk menegakkan ajaran Islam pada diri saya ?” Kebingungan yang sama juga menghinggapi pemuda/i yang berlabel aktifis, sekian banyak tampilan pergerakan Islam, ada yang memulai dari ekonomi, politik, kekuasaan (kekhalifahan), budaya, sedekah, dll. Haruskah ia memulai dari cabang jalan yang beragam itu?

Islam bisa diibaratkan sebagai bangunan yang ada pada diri seorang muslim, dan muslim itulah yang menjadi pembangunnya. Seorang tukang bangunan jika ingin membangun suatu rumah tentu dia harus tahu bagaimana memilih batu yang kuat sebagai pondasi, bagaimana mengatur komposisi semen dan pasir untuk perekat, bagaimana batu bata yang bagus, dan lain-lain. Jika ia tidak tahu menahu sekitar masalah bangun-membangun ini tentu hasil bangunannya tidak akan bagus; rapuh, dan mudah rubuh. Pondasi gubuk non-permanen tentulah berbeda dengan pondasi gedung pencakar langit, kalau pondasinya sama atau bahkan kebalik, bisa dibayangkan akibatnya kan? Nah, jadi, seorang tukang bangunan harus mempunyai pengetahuan dan ilmu tentang bangunan lebih dahulu sebelum membangunnya.

Nggak beda dengan seorang muslim. Untuk berislam –membangun Islam pada dirinya- hal awal yang pertama kali harus ia lakukan adalah mencari ilmu tentang Islam itu sendiri. Jadi, kita semua harus belajar Islam dulu sebelum mengamalkannya.

Saking pentingnya ilmu tentang Islam itu, maka Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mewajibkannya pada setiap muslim dalam sebuah hadits yang artinya, ” Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” ( HR. Ibnu Majah, sanadnya hasan).

Karena keharusan menjadikan ilmu  sebagai awal dari segalanya, maka Imam Bukhori menulis satu bab tersendiri tentang hal tersebut, yaitu : ” Bab : Ilmu itu didahulukan sebelum berucap dan berbuat”. Beliau berdalil dengan firman Allah subhaanahu wa ta’alaa, yang artinya : ” Maka ketahuilah (ilmuilah) bahwa sesungguhnya tiada sesembahan yang berhak  untuk disembah kecuali Allah…(QS Muhammad : 19).

Secara akal sehat, memang benar pernyataan Imam Bukhori tersebut. Lihat saja, bagaimana mungkin seseorang bisa menegakkan sholat dengan benar padahal ia belum belajar bagaimana tata cara sholat yang benar tersebut. Bagaimana dia bisa berwudhu dengan benar sedangkan ia tidak pernah mau belajar bagaimana tata cara wudhu yang benar? Bukankah orang yang mau belajar itu pasti lebih tahu dan lebih benar tata caranya daripada orang yang tidak pernah  belajar? Tul, nggak? Maka suatu hal yang tidak akan pernah terbantahkan lagi bahwa menuntut ilmu agama dan mempelajarinya itu merupakan awal penegakan Islam, sebelum beramal dan berdakwah.

Biar kamu tambah mantap untuk memulai membangun Islam dengan awal yang benar, ada sabda-sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang berkaitan dengan pentingnya ilmu dan keutamaan orang yang mempunyai ilmu. Simak saja :

” Keutamaan seorang yang berilmu dibandingkan dengan seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang. Sesungguhnya orang-orang yang berilmu itu pewaris para Nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar maupun dirham. Mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka barangsiapa yang mengambilnya (mempelajarinya), maka dia telah mengambil keuntungan yang banyak.” (HR. At-Tirmidzy).

” Barangsiapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan , maka Allah akan memahamkan dia dalam masalah agama.” (HR. Bukhary dalam Kitab Ilmu : 10, Muslim dalam Kitab Al-Imarah : 3/175, SHAHIH).

” Barangsiapa meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga. ” (HR Muslim).

” Sesungguhnya para malaikat benar-benar meletakkan sayapnya kepada orang-orang yang mencari ilmu, karena ridha terhadap apa yang dicarinya. ” (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

Nah, lho! Coba saja perhatikan! Orang yang mempunyai ilmu agama itu merupakan pewaris Nabi, lebih utama kedudukannya daripada ahli ibadah semata, orang yang berstatus baik di mata Allah, dan ia akan dimudahkan untuk menuju surga, selain itu para malaikat pun ridha terhadap ilmu yang ia cari.

Allah Subhaanahu wa ta’ala pun berfirman mengenai orang yang berilmu ini, yang artinya, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Al-Mujaadilah : 11).

Yang dimaksud mendahulukan ilmu sebelum beramal dan berdakwah tidaklah mewajibkan kamu-kamu untuk menjadi seorang ulama yang faqih (paham) dalam semua masalah agama lebih dulu baru beramal dan berdakwah, namun yang dimaksudkan adalah: sebelum kita mengamalkan suatu amalan agama atau meyakini suatu keyakinan dalam agama, kita harus mengetahui bahwa amalan atau keyakinan tersebut ada dasarnya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pengetahuan kita terhadap dasar amalan atau keyakinan tersebut sudah mencukupi bagi kita untuk mengamalkan amalan atau keyakinan tersebut, namun jika kita bisa menghafalkannya itu lebih baik.

Jika setiap muslim memulai membangun Islam ini dengan cara yang benar, yaitu dengan mencari ilmu dulu, tentu bangunannya akan kokoh, tidak mudah roboh walau diterjang badai kehidupan. Amalan dan keyakinan yang ia punyai akan diterima oleh Allah Subhaanahu wa ta’ala karena berdasar ilmu yang benar. Akhirnya, ia pun sukses, beruntung dunia akhirat

Alif#13

.

Read more...

Mini Reuni Pondok Mahasiswa Al-Madinah

Mini Reuni Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara | 25 Desember 2012

mini reuni 1

Suasana Mini Reuni: materi taushiyah yang disampaikan oleh Ust. Abu Abdurrahman, M.PI.

mini reuni 2

Vision Sharing dan Soft-launching program SatuASA oleh Ust. M. Agung Bramantya, M.Eng., Ph.D.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, pada tanggal 25 Desember 2012 yang lalu, Pondok Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN) telah berhasil menyelenggarakan event Mini Reuni bagi para alumni PMAN (dulu PMA, Pondok Mahasiswa Al-Madinah) yang berada di kota Yogyakarta. Kegiatan tersebut berlangsung di lantai 2 Masjid Al-Hidayah, Purwosari, Sleman, DIY. Seperti namanya, Mini Reuni, kegiatan ini bertujuan untuk mengadakan semacam reuni kecil-kecilan bagi para Alumni PMA untuk mempererat ukhuwah diantara mereka dan mahasantri saat ini.

Kegiatan Mini Reuni diawali ramah tamah dan ceramah dengan tema “Dakwah dan Ukhuwah” yang disampaikan oleh Ust. Abu Abdirrahman, M.Pi. hafidzhahullah. Kemudian diikuti dengan “Vision Sharing” yang disampaikan oleh Direktur PMAN, Ust. M. Agung Bramantya, M.Eng., Ph.D. hafidzhahullah yang dilanjutkan dengan soft-launching program donasi “SatuASA, Satu Alumni satu Asuhan” serta soft-launching website PMAN “www.pondokalmadinah.com”. Dilanjutkan dengan acara perkenalan alumni, lalu diakhiri dengan acara “berkunjung ke asrama” dan makan siang bersama.

Acara Mini Reuni dihadiri oleh sekitar 25 peserta alumni dan beberapa mahasantri. Mini Reuni merupakan acara pemanasan menuju acara yang lebih besar lagi yaitu Reuni itu sendiri, atau bahkan Reuni Akbar, mengingat jumlah alumni yang tidak sedikit dan tersebar sejak didirikannya Pondok Mahasiswa Al-Madinah pada tahun 2003. Semoga acara Reuni Akbar bisa diselenggarakan pada tahun ini, amin..

Read more...

Hanya DIA Satu-Satunya . . .

Hanya DIA Satu-Satunya . . .

Nikmat yang kita rasakan, keelokan yang tak terperikan

Heeeuuppp…yaaahh . . .

Menghirup oksigen, sadar-nggak sadar itu nikmaaat banget. Bagaimana tuh rasanya kalo kita tercekik cuma karena nggak ada oksigen? Bisa berabe. Pantas khan kalo kita berterimakasih pada Yang Menciptakan oksigen?

Menurut pelajaran Fisika, kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya milyaran, dinamakan Galaksi. Milyaraan…??? Padahal satu bintang aja ada yang jauuuh lebih gede daripada bumi. Bisa terbayang luasnya Galaksi??? Allaahu Akbar!!!

Bumi ini katanya bertempat tinggal di galaksi Bimasakti. Trus Bimasakti katanya punya tetangga namanya Andromeda. Biarpun udah bertetangga, jaraknya dari Bumi katanya kurang lebih 1.500.000 tahun cahaya. Garis tengah yang namanya Andromeda ini kurang lebih 60.000 tahun cahaya. Biar nggak pada bingung kayaknya perlu diperjelas apa sih tahun cahaya itu, sekalian belajar Fisika.

Kecepatan cahaya dalam ruangan yang nggak ada udaranya kira-kira 300.000 km per detik, artinya dalam satu detik cahaya menempuh jarak sekitar 300.000 km. Sekarang bisa dihitung berapa jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun, kurang lebih 10.000.000.000.000 km. Wow…bayangkan…betapa jauh dan luasnya Andromeda. Itu baru satu galaksi. Diduga ada sekitar satu milyar galaksi yang tersebar di alam semesta. Betapa perkasanya Pencipta dan Pengatur alam semesta!!!

Ada bagusnya kalo kita kenalan dengan atom. Dikatakan bahwa materi benda itu tersusun dari partikel-partikel kecil yang namanya atom. Atom ini yang menyusun mulai dari karet sampai dengan baja, dari air sampai udara. Berapa ukuran atom? Dikatakan garis tengahnya sekitar seperlima juta milimeter. Bisa dibayangkan satu milimeter yang kecilnya udah mepet banget itu dibagi sekitar 5 juta. Betapa perkasanya Pencipta dan Pengatur alam semesta!!!

Apakah alam ini, kenikmatan ini kebetulan semata?

Suatu ketika , Jubair bin Muth’im mendengar Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam membaca surat Ath Thur. Beliau membaca sampai pada ayat berikut:

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). Apakah di sisi mereka ada perbendaharaan Rabbmu ataukah mereka yang berkuasa?” (Terjemahan QS At Thur : 35-37)

Pada saat itu Jubair bin Muth’im seorang musyrik. Tetapi mendengar ayat yang dibaca oleh Rasulullah tersebut, ia berkata: “Hampir saja hatiku terbang kegirangan. Itulah pertama kalinya iman bersemayam di hatiku”  (HR Shahih Bukhari dan Muslim )

Ada benarnya perkatan “badai tidak bisa menyusun besi yang berserakan menjadi sebuah pesawat terbang”. Oleh karena itu, suatu kebetulan nggak bakal mungkin menghasilkan kreasi yang sangat rapi seperti alam semesta ini.

Siapa Yang Menciptakan ini semua? Siapa Yang Memberi rejeki?

Allah berfirman yang artinya :

“Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olemu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah?”  (Luqman ayat 11)

“Maka siapakah dia ini yang memberi rejeki jika Allah menahan rejeki-Nya?”  (Al Mulk ayat 21)

Naa..udah pada tahu kalo Allah menolak pembantu dan sekutu dalam penciptaan dan pemberian rejeki. Makanya, nggak ada alasan bagi mereka yang masih menyembah selain Allah, walau niat penyembahan selain Allah itu buat mendekatkan diri kepada Allah. Toh, Allah nggak butuh pembantu untuk menolong pekerjaanNya.

Lantas, bagaimana dengan nama-nama tuhan yang disembah selain Allah? Allah telah menjelaskan dalam firman-Nya yang termuat dalam Al Qur’an:

“…Manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu…”  (Yusuf ayat 39-40)

Seandainya ada tuhan-tuhan yang banyak, maka tuhan-tuhan ini akan saling berperang. Atau saling membagi kekuasaan. Atau salah satunya menguasai yang lain, sehingga yang satu ini yang pantas disebut tuhan, sedang lainnya hamba. Dalam realitanya, ternyata alam ini nggak terjadi pembagian kekuasaan tuhan atau nggak terjadi ketidakberesan. Hal ini menunjukkan pengaturnya satu, tidak ada yang menentang kekuasaan-Nya. Tuhan ada satu, dan hanya satu….

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak , dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan besertaNya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian tuhan-tuhan itu akan mengalahkan tuhan yang lain…”  (Al Mu’minun ayat 91)

Oleh Karena Itu

Hanya Allah Yang Maha Mencipta, hanya Allah Yang Maha Kuasa, hanya Allah Yang Memberi rejeki, hanya Allah Yang Mengampuni dosa  Maka hanya Dia yang pantas untuk kita sembah. Segala denyut nadi kehidupan kita, kita persembahkan untuk menghamba kepada-Nya, mencintai-Nya, takut akan siksa-nya, dan mengharap pahala-Nya

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”  (Ad Dzariyat ayat 56)

Orang-orang yang menyekutukan Allah juga mengaku bahwa hanya Allah Yang Menciptakan mereka, menciptakan langit dan bumi, hanya Allah Yang Memberi rejeki, hanya Allah yang berkuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, hanya Allah Mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mati dari yang hidup, hanya Allah yang mengatur segala urusan.

“Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka , “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Niscaya mereka akan menjawab, “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”  (Az Zukhruf ayat 9)

Tetapi mereka masih berbuat syirik kepada Allah. Artinya mereka masih menyembah selain Allah. Padahal amalan dapat terhapus gara-gara berbuat syirik. Udah gitu, Allah pun nggak akan mengampuni dosa syirik apabila mereka nggak bertobat di dunia. Nah, lho, celaka banget, khan?

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya…” (An Nisa’ ayat 48)

“…Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”  (Al An’am ayat 85)

Makanya, sembah Allah aja, jangan mempersekutukan Dia dengan selainNya. Banggalah untuk menjadi generasi muwahhiddin, generasi bertauhid yang hanya menyembah Allah semata dan menjauhi kesyirikan. Lantas, bagaimana kita mengenal syirik, supaya dapat menjauhinya? Yang pasti adalah dengan belajar, “ reguklah ilmu – ilmu agama, bertamasyalah ke majelis – majelis pengajian, bercengkeramalah dengan ahli – ahli ilmu agama “. Siap menjadi generasi muwahhidin?

Alif#12

.

Read more...

Santri Camp 2012

SANTRI CAMP | 14-16 November 2012

santri camp 1

suasana penyampaian materi di acara Santri Camp 2012

santri camp 2

belajar Islam tidak harus kaku, harus penuh dengan keceriaan, lihatlah kami…

Santri Camp merupakan acara rutin tiap pertengahan semester yang dilaksanakan bagi seluruh mahasantri Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Madinah Nusantara (PMAN). Santri Camp dikemas seperti mabit yang dilaksanakan di lokasi luar asrama yang bertujuan untuk penguatan kapasitas internal mahasantri sembari refreshing.

Kali ini, Santri Camp dilaksanakan di sebuah Masjid yang bernama Masjid Salsabila terletak di daerah Sentolo, Kulon Progo, DIY yang merupakan daerah perbukitan di sepanjang Pegunungan (perbukitan) Menoreh. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 14-16 November 2012.

Diantara rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada acara Santri Camp kali ini adalah:

  1. Materi “Uluwwul Himmah” atau “Cita-cita yang Tinggi” yang disampaikan oleh Ust. Abu Ayub, S.Pd.I. hafidzhahullah
  2. Materi “Keutamaan Manhaj Salaf” yang disampaikan oleh Ust. Abul Khair hafidzhahullah
  3. Tadabbur surat Ali Imran ayat 133-136
  4. Sharing yang diisi oleh Ust. M. Agung Bramantya , M.Eng., Ph.D.
  5. Shalat malam berjama’ah
  6. Outbound.

Santri Camp tsb diikuti oleh sekitar 30-an peserta yang terdiri atas mahasantri, pengurus PMAN, alumni dan asatidz. Sungguh suatu acara yang bermanfaat namun penuh dengan keceriaan..

Read more...