AlQuran Mukjizat Rasulullah Saw

AlQuran Mukjizat Rasulullah Saw

AlQuran Mukjizat Rasulullah Saw

AlQuran adalah kalaamullah merupakan AlMu’jiz yakni Mu’jizat yang kekal. Maksud kata kekal dari AlMu’jiz ini tidak seperti mukjizat yang diberikan pada Rasul terdahulu. Mukjizat yang hadir pada Rasul-rasul sebelumnya berakhir seiring wafatnya rasul tersebut. Seperti halnya mukjizat yang turun kepada Nabi Ibrahim, yang dibakar pada bara api, yang kemudian Api tersebut menjadi sejuk karena perintah Allah.

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

“Hai api, jadilah engkau sejuk serta selamat sejahtera kepada Ibrahim!.”

QS.Al Anbiya : [69].

Apakah mukjizat tersebut masih dapat kita peroleh di zaman sekarang?

Kemudian mukjizat yang Allah berikan kepada nabi Musa yang berupa tongkat, masih adakah orang yang dapat melakukannya hanya dengan sebuah tongkat? Jawabannya tentu tidak ada. Kemudian mukjizat yang didapat oleh nabi Isa, juga tidak ada. Nabi Isa yang pernah membuat bentuk burung, kemudian ditiupkan dan bisa terbang dengan izin Allah sekarang tidak ada lagi. Jika pun ditemukan bekas fosil-fosilnya dari tanah untuk membuat bentuk burung itu, sekarang tidak dapat berfungsi lagi dan tidak diberi kekuatan yang luar biasa sebagaimana mukjizat itu turun.

Namun berbeda halnya dengan Nabi Muhammad Saw. dengan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepadanya berupa AlQuran masih berlangsung sampai saat ini, sekalipun Rasulullah Saw. telah wafat, namun AlQuran masih memberikan mukjizat yang luar biasa. Berapa banyak orang yang masuk islam dikarenakan hanya dibacakan satu ayat AlQuran kepadanya? Berapa banyak orang yang masuk islam karena pembuktian keilmiahan dalam ilmu pendidikan yang tidak bertolak belakang dari yang terkandung dalam firman Allah di dalam AlQuran.

Kalamullah hilmu’iz (Kalamullah yang berupa Mukjizat) diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. secara mutawwatir. Adakalah AlQuran disampaikan lewat perantara malaikat Jibril, adakalah pula langsung disampaikan Allah SWT yang dihujamkan pada hati nabi Muhammad Saw.turunnya firman ini secara bertahap selama antara 22-23 tahun. Dan siapapun yang membacanya, ada nilai pahala dan setiap huruf yang dibaca bernilai ibadah.

Salah satu sholihul islam, Ibnu taiyymiyyah mengatakan bahwa, Setiap orang yang melakukan kebaikan dan akan bernilai sebagai amal ibadah ketika memenuhi tiga kriteria, yakni orang yang memproklamirkan diri telah masuk islam (dua kaliamat syahadat), beramal dengan niat yang ikhlas (niat ikhlas dalam membaca Alquran) serta sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah Saw.

Apakah setiap orang yang membaca AlQuran pasti mendapat pahala? Maka kembali lagi pada niatnya. Orang yang membaca AlQuran bisa jadi memperoleh pahala bagi dirinya dan bisa pula menjadi petaka terhadap dirinya. Beroleh pahala ketika ia berniat ikhlas saat membacanya dalam setiap kata yang dibaca. Namun akan bernilai petaka ketika ia membacanya bukan niat karena Allah. ~SP

.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *